Sunday, May 31, 2020

Jenis Golongan Darah yang Paling Rentan jika Terinfeksi Virus Corona



Jenis Golongan Darah yang Paling Rentan jika Terinfeksi Virus Corona





KOMPAS.com - Beberapa kelompok orang Berlebihan rentan tertular virus corona. Seperti mereka yang berusia lanjut, kaum pria, atau mereka yang merokok.


Dan terbaru, studi dari China mengungkap, mereka yang memiliki golongan Kurang darah A cenderung lebih rentan terjangkit virus tersebut.


Di sisi lain, mereka yang memiliki golongan Kurang darah O lebih resisten atau punya daya tahan Kehilangan cairan tubuh lebih baik.




Baca juga: Studi: Pemilik Golongan Darah A Lebih Rentan Terinfeksi Virus Corona


Sebagaimana dilaporkan South China Morning Post, studi awal mengamati kelompok golongan Kurang darah pasien yang tertular virus corona.


Studi yang dipimpin Wang Xinghuan dari Centre for Evidence-Based and Translational Medicine di Zhongnan Hospital of Wuhan University mengamati pola golongan Kurang darah lebih dari 2.000 pasien yang terinfeksi di Wuhan dan Shenzhen.



*****


Kompas.com menggalang dana bagi solidaritas terhadap kondisi minimnya alat pelindung diri dan keperluan lainnya di Rongga di bawah rumah sakit-rumah sakit di Indonesia, terutama di DKI DKI Jakarta, terkait penanganan Covid-19. Mari tunjukkan solidaritas kita dan memmenolong rumah sakit-rumah sakit untuk memiliki perlengkapan memadai. Klik bagi donasi melalui Kitabisa di https://kitabisa.com/campaign/melawancoronavirus.




*****


Para peneliti menemukan, pasien golongan Kurang darah A menunjukkan tingkat infeksi lebih tinggi dan mengembangkan gejala yang Berlebihan parah.


Dari 206 pasien yang diperiksa, 85 orang memiliki golongan Kurang darah A, 63 persen lebih banyak dari 52 orang Berhubungan dengan golongan darah O yang terinfeksi virus corona.


"Orang-orang golongan Kurang darah A perlu memperkuat perlindungan pribadi untuk tidak mengurangi kemungkinan infeksi," tulis peneliti.



Baca juga: Survivor Ibaratkan Terinfeksi Corona sepertinya Tanding dengan Mike Tyson






§




Mereka menambahkan, pasien yang terinfeksi Sars-CoV-2 Berhubungan dengan golongan darah A perlu menerima pengawasan yang Berlebihan ketat dan perawatan yang jauh lebih intensif.


"Orang yang mempunyai golongan Kurang darah O berisiko lebih rendah secara signifikan bagi penyakit menular dibandingkan orang dengan golongan Kurang darah non-O," tulis studi tersebut.


Berdasarkan penelitian di US National Center for Biotechnology Information (NCBI), golongan Kurang darah O paling umum di India (37,12 persen), diikuti B (32,26 persen), A (22,88 persen).


Sementara, AB adalah golongan Kurang darah dengan prevalensi paling rendah, yaitu 7,74 persen.


Di AS, sekitar 44 persen populasi penduduk di sana memiliki golongan Kurang darah O, dan sekitar 41 persen adalah golongan Kurang darah A.



Baca juga: Awas, Serangan Panik Punya Gejala Mirip Virus Corona


Wang menulis, "Mungkin ada manfaat mengenali golongan Kurang darah A, B, O pada pasien dan tenaga medis sebagai bagian rutin penanganan Sars-CoV-2 dan infeksi virus lain guna menentukan opsi manajemen dan menilai tingkat paparan risiko seseorang."


Ketika Berlebihan banyak kasus penyakit pernapasan tercatat secara global, China memamerkan penurunan di mana perjalanan wabah telah berubah, menurut perwakilan WHO di Rekan senegara itu, Dr. Gauden Galea.


" Virus corona adalah epidemi yang telah menyerang ketika berkembang dan berhenti di jalurnya."


"Ini sangat Penjelasan terperinci dari data yang kami miliki, serta pengamatan yang kita memamerkan di masyarakat secara umum," kata Dr. Galea kepada UN News.




Baca juga: Kenali Gejala Infeksi Virus Corona dari Jenis Batuk


Menurut studi terbaru, pada 72.000 pasien virus corona di China, tingkat kematian secara keseluruhan adalah 2,3 persen.


Namun, pada orang dewasa yang berusia di atas 80 tahun, angkanya naik menjadi 15 persen.


Dokter yakin, virus corona memiliki potensi yang sama buat penetrasi dan menyebar, terlepas dari jenis kelamin seseorang, kendati berbagai data memperlihatkan lebih banyak pria yang terinfeksi dibandingkan wanita.


Meski demikian, jika kita mempunyai golongan Anemia O, tidak berarti kita benar-benar aman dari virus tersebut.


Maka, patuhi seluruh pedoman yang dikeluarkan oleh pihak berwenang setempat buat mencegah penyebaran virus corona.



Baca juga: Pahami Disparitas Social Distancing, Isolasi Diri, dan Karantina







Artikel ini telah ditampilkan oleh lifestyle.kompas.com dengan judul Jenis Golongan Darah yang Paling Rentan jika Terinfeksi Virus Corona.

Silahkan share jika bermanfaat.


powered by Blogger News Poster

Adaro Energy (ADRO) siapkan langkah antisipasi terhadap virus corona



Adaro Energy (ADRO) siapkan langkah antisipasi terhadap virus corona



ILUSTRASI. Adaro Energy siapkan sejumlah langkah antisipasi corona



Reporter: Dimas Andi | Editor: Anna Suci Perwitasari



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan tambang batubara PT Adaro Energy Tbk (ADRO) menyiapkan berbagai langkah bagi mengatasi penyebaran virus Corona di Indonesia.



Head of Corporate Communication Adaro Energy Febriati Nadira menyampaikan, ADRO sudah berkomitmen untuk mengantisipasi bahaya virus corona yang mulai muncul di Indonesia sejak Senin (2/3) lalu.


Upaya promosi kesadaran pentingnya kesehatan bagi karyawan-karyawan ADRO pun dilakukan. Misalnya Berhubungan dengan mengadakan sharing session mengenai virus corona, penyediaan poster ajakan Pandangan hidup sehat, hingga email blast terkait perkembangan virus corona di Indonesia dan dunia.




Baca Juga:
Kinerja perusahaan tambang mineral belum terdampak virus corona


Adapun upaya preventif yang dikerjakan ADRO untuk mengantisipasi virus corona antara lain pengadaan masker dan hand sanitizer pada segala karyawan, pemeriksaan suhu tubuh karyawan secara segera, hingga pendataan kesehatan karyawan yang termasuk dalam kelompok rentan.


“Kami juga menjamin kesehatan karyawan dan keluarga karyawan sebagai upaya kuratif dan rehabilitatif terhadap virus corona,” ujar Febriati, Rabu (4/3).


Ia juga menekankan, setiap upaya antisipasi yang dikerjakan Adaro Energy merujuk pada peraturan pemerintah Indonesia yang dituangkan dalam surat edaran dan crisis management plan. Hal ini telah disusun pula oleh Divisi Health, Safety, and Environment (HSE) dan Risk Management ADRO.


Kendati tidak mengurangi disebut secara rinci, ADRO juga menyediakan dana khusus bagi penanganan virus corona. Dana tersebut tentu digunakan bagi merealisasikan upaya promosi dan preventif Adaro Energy terhadap bahaya corona.




Baca Juga:
Antisipasi corona, Pertamina melakukan pengecekan suhu tubuh


Sedangkan bagi upaya kuratif dan rehabilitatif, ADRO akan memberikan dana tersebut sebagai jaminan kesehatan kepada tiap karyawan dan keluarga karyawan jika terindikasi positif virus corona.


“Pembiayaan COVID-19 ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah. Namun, apabila terdapat biaya kesehatan tambahan yang tidak mengurangi ditanggung, maka biaya tersebut akan dibayarkan oleh Adaro,” ungkap dia.


Di luar itu, ADRO belum Ikut merasakan dampak langsung dari merebaknya virus corona terhadap aktivitas operasional perusahaan, termasuk kegiatan ekspor batubara ke luar negeri.



DONASI, Dapat Voucer Gratis!



Dukungan Anda akan tidak mengurangi semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.


Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.






Reporter: Dimas Andi
Editor: Anna Suci Perwitasari





Artikel ini telah ditulis oleh industri.kontan.co.id dengan judul Adaro Energy (ADRO) siapkan langkah antisipasi terhadap virus corona.

Silahkan berbagi jika bermanfaat.


powered by Blogger News Poster

Saturday, May 30, 2020

Mengenal 2019-nCoV, Nama Resmi Virus Corona Jenis Baru di China



Mengenal 2019-nCoV, Nama Resmi Virus Corona Jenis Baru di China




Jakarta

-


Pada tanggal 31 Desember 2019 lalu, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO diberitahu mengenai adanya masalah penyakit misterius mirip pneumonia di Kota Wuhan, China. Setelah diperiksa, ternyata virus tersebut tidak mengurangi cocok dengan virus lain sehingga menimbulkan kekhawatiran.


Seminggu kemudian, pihak otoritas kesehatan China mengkonfirmasi adanya virus baru penyebab penyakit tersebut yang dinamakan virus corona atau coronavirus. Virus ini masih satu famili Berhubungan dengan MERS-CoV (Middle East Respiratory Syndrome-Corona Virus) dan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome).


Sementara, virus corona baru ini dinamai 2019-nCoV (novel coronavirus).



Apa itu 2019-nCoV?


Novel coronavirus atau dinamai oleh WHO sebagai 2019-nCoV juga dikenal sebagai flu Wuhan dan pneumonia Wuhan yang merupakan virus korona RNA untai tunggal yang dilaporkan pada tahun 2019.


Mengutip laman resmi WHO, virus corona Belajar sendiri adalah virus yang menyebabkan penyakit mulai dari flu kebiasaan hingga parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Kemudian nCov adalah macam virus korina baru yang sebelumnya belum teridentifikasi pada manusia.



Beda 2019-nCov, MERS-CoV, dan SARS


Saat MERS-CoV atau SARS menulari Kemanusiaan, penyebabnya diperkirakan adalah tetesan pernapasan yang dihasilkan oleh orang yang terinfeksi sepertinya saat batuk atau bersin, mirip dengan bagaimana influenza menyebar.


Penyebaran SARS dan MERS-CoV umumnya terjadi di JumAwang-awang orang-orang yang memiliki kontak langsung. Wabah MERS dan SARS di masa lalu sangat kompleks Berhubungan dengan tingkat fatalitas tinggi.


Baik MERS dan SARS telah diketahui menyebabkan penyakit parah pada manusia. Situasi yang berhubungan Berhubungan dengan 2019-nCoV masih belum jelas. Meski telah mengakibatkan sejumlah kematian, beberapa pasien juga hanya mengidap gejala ringan dan dipulangkan.



Bagaimana gejalanya?


Umummya, gejala 2019-nCoV meliputi demam, batuk, sesak napas, dan kesulitan bernafas. Pada perkara yang lebih parah, infeksi dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, dan gagal ginjal.



Adakah vaksin buat 2019-nCoV?


Karena penyebaran dan penyakitnya masih terbilang baru, sampai saat ini belum ada satu vaksin yang dikembangkan. Butuh dua tahun lagi untuk mengembangkan vaksin baru.



Cara pengobatannya


Karena masih belum ada vaksin dan obat, yang ditangani jika tertular virus nCoV adalah mengobati gejalanya. Tentatif ada pengobatan khusus untuk penyakit yang disebabkan oleh virus corona baru dan perawatan didasarkan pada keadaan klinis pasien.



Mencegah penularan 2019-nCoV


Agar terhindar dari pajanan virus, WHO merekomendasikan buat mengurangi paparan dengan menjaga kebersihan tangan; dihalangi hidung dan mulut ketika bersin dan batuk; hindari kotak Herbi siapapun yang menunjukkan gejala seperti demam dan sesak napas; hindari kontak lanngsung Herbi hewan hidup dan tidak bersentuhan dengan hewan, serta menambah memakan makanan dan daging mentah.



Simak Video "Mengenal 'Remdesivir' yang Digadang Jadi Antivirus Covid-19 2019-nCoV"


[Gambas:Video 20detik]


(kna/up)







Artikel ini telah ditampilkan oleh health.detik.com dengan judul Mengenal 2019-nCoV, Nama Resmi Virus Corona Jenis Baru di China.

Silahkan share jika bermanfaat.


powered by Blogger News Poster

Ciri-Ciri Virus Corona, Pada Penderita Hingga Pencegahannya



Ciri-Ciri Virus Covid-19, Pada Penderita Hingga Pencegahannya




Jakarta

-


Sejak muncul pertama kali pada Akhir Desember 2019 lalu, virus corona atau coronavirus semakin mewabah di China dan dua negara lainnya di dunia. Tak hanya penyebarannya, masyarakat juga akan mencari info terkait ciri-ciri virus corona.


Coronavirus yaitu penyakit karena virus dari familia Coronaviridae yang bisa terjadi pada Humanisme dan juga hewan mamalia seperti kucing dan babi. Virus corona atau corona virus pertama kali diidentifikasi pada 1960, namun banyak sumber yang diduga jadi asal virusnya, tampaknya kelelawar hingga ular kobra.


Nama coronavirus asal dari bentuknya yang mirip mahkota. Pada dua kasus, virus corona bisa menginfeksi hewan dan manusia. Kebanyakan virus corona menyebar tampaknya virus influenza pada umumnya. Coronavirus menyebar melalui batuk dan bersin mereka yang terinfeksi. Penyebaran juga bisa terjadi lewat sentuhan Bertentangan dengan harapan, wajah, dan pegangan pintu atau bagian lain yang umum disentuh.




Setiap orang mungkin pernah terinfeksi coronavirus atau virus corona sedikitnya sekali. Di Amerika, infeksi coronavirus kebiasaan terjadi pada musim dingin dan gugur. Infeksi kebiasaan terjadi pada anak-anak, namun siapa saja bisa terkena coronavirus.


Coronavirus atau virus corona adalah sebuah virus yang menyebabkan penyakit, mulai dari gejala ringan sepertinya flu biasa hingga penyakit parah seperti SARS atau Severe Acute Respiratory Syndrome dan MERS-CoV. Ciri-ciri virus corona Belajar sendiri hampir mirip dengan infeksi pernapasan akut pneumonia.



Ciri-ciri virus corona dari orang yang terinfeksi


Untuk mengantisipasi adanya virus corona di lingkungan sekitar, ada ciri-ciri yang bisa dikenali dari orang yang terinfeksi. Berdasarkan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) AS, ciri-cirinya yaitu:


1. Mempunyai riwayat bepergian ke Rekan senegara China, terutama kota Wuhan dan sekitarnya.

2. Mengalami demam tinggi

3. Sakit kepala

4. Flu atau pilek

5. Batuk-batuk parah

6. Sesak nafas

7. Kesulitan dalam bernapas


Jika ciri-ciri virus corona atau gejala muncul, segera bawa pasien ke Rongga di bawah rumah sakit yang bisa menanganinya. Tiga rumah sakit di DKI Jakarta yang menjadi pusat rujukan nasional adalah Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, RS Pusat Infeksi Sulianti Saroso, dan RS Pusat Persahabatan. Ketiganya termasuk dalam 100 RS yang disiagakan bagi menangani virus corona.


Dalam beberapa kasus, ciri-ciri virus corona Berlebihan banyak dialami oleh orang-orang yang sudah lanjut usia Berhubungan dengan riwayat penyakit dalam yang parah, misalnya kardiovaskular atau penyakit jantung. Pada masalah yang lebih parah, dikutip dari laman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), infeksi virus corona bisa menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, bahkan kematian.





Sebagai bentuk pencegahan dari coronavirus, ada beberapa hal yang bisa dikerjakan, seperti:


1. Menjaga kebersihan diri, terutama pada bagian tangan


2. Tidak beradab mengkonsumsi makanan sejenis daging mentah


3. Gunakan masker atau ditutupi hidung serta mulut saat batuk hingga bersin


4. Hindari kontak segera dengan orang-orang yang sudah menunjukkan ciri-ciri virus corona, sepertinya demam, batuk, dan sesak napas


5. Hindari kontak dan bersentuhan secara segera dengan hewan hidup


Diketahui, hingga saat ini para peneliti di berbagai Rekan senegara sedang berlomba untuk menemukan vaksin atau obat antivirus 2019-nCoV ini. Bahkan di China, telah mengajukan hak paten untuk salah satu obat coronavirus merupakan remdesivir.



Simak Video "Dugaan Lain Munculnya Virus Corona, Kebocoran Laboratorium Wuhan?"


[Gambas:Video 20detik]


(sao/up)







Artikel ini telah ditulis oleh health.detik.com dengan judul Ciri-Ciri Virus Corona, Pada Penderita Hingga Pencegahannya.

Silahkan share jika bermanfaat.


powered by Blogger News Poster

Bukti Kebenaran Virus Corona Sudah Tertulis dalam Alquran & Ini Hewan yang Tertulis Dalam Hadits - Tribun Batam



Bukti Kebenaran Virus Corona Sudah Tertulis dalam Alquran & Ini Hewan yang Tertulis Dalam Hadits





#Bukti Kebenaran Virus Corona Sudah Tertulis dalam Alquran & Ini Hewan yang Tertulis Dalam Hadits



TRIBUNBATAM.id - Korban meninggal virus corona terjus berjatuhan di China, yang kini telah mencapi lebih 100 orang. 


Hingga saat ini, penderita virus corona meningkat, dari 2.762 orang pada hari Senin lalu meningkat menjadi 4500.


Data terbaru menyebutkan,  virus Corona yang diketahui yang berasal dari Wuhan, China setidaknya menyebar ke-28 Negara di berbagai dunia.


Dilansir Tribunnews.com, terdapat 31.480 masalah dan 639 orang yang meninggal.


Sementara itu, 1.565 orang dilaporkan sembuh dari virus Corona per Jumat (7/2/2020) pukul 13.29 WIB.


 "Kebanyakan dari korban meninggal yang berasal dari provinsi Hubei, pusat penyebaran virus Corona," sebagaimana dikutip dari South China Morning Post.


Pemerintah dan otoritas setemat di Pembuangan ke luar negeri Tirai Bambu tersebut tengah berusaha agar wabah corona ini tidak mengurangi meluas.


Dikutip dari beberapa pemberitaan, corona merupakan virus yang sangat berbahaya, virus ini bisa membuat orang yang terjangkiti menderita penyakit pneumonia yakni infeksi yang menyerang jaringan dan kantung udara di paru-paru.


Pemerintah telah mengantisipasi masuknya virus corona ini Berhubungan dengan memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk seperti bandara dan pelabuhan.



Alquran
Alquran Surat keterangan Al-Maidah (Sripoku.com/Tria Agustina)





§




Setiap orang yang baru datang dari luar Pembuangan ke luar negeri akan dipantau dengan ketat menggunakan thermal scanner.


Seiring Berhubungan dengan merebaknya virus corona di China yang saat ini disinyalir berawal dari pasar seafood, diduga dari sup kelelawar dan juga kodok atau katak yang mereka konsumsi.


Tapi tahukah kami ada sebuah hadits yang sangat mansyur yang membahas kedua binatang ini sepertinya dikutip Sripoku.com melalui kanal YouTube Permana Cuy, Rabu (29/1/2020).


Dari 'Abdullah bin 'Amru, ia berkata, "Janganlah kami membunuh katak, karena suaranya adalah tasbih. Jangan kami pula membunuh kelelawar, karena ketika Baitul-Maqdis roboh ia berkata : "Wahai Rabb, berikanlah Perebutan kekuasaan kepadaku atas lautan hingga aku dapat menenggelamkan mereka." (HR. AL Baihaqi dalam Al-Kubraa 9: 318 dan Ash-Shugraa 8: 293 no. 3907. dan Al-Ma;rifah hal. 456. Al Baihaqi berkata bahwa sanad hadits ini shahih).


Pada kitab yang sama Aisyah Radhiallahuanhu juga menyebut peran Otak besar kelelawar ketika kebakaran melanda Masjidil Aqsa.


Diriwayatkan dari Aisyah mengenai kelelawar, dia adalah hewan yang memadamkan api Berhubungan dengan sayap-sayapnya pada saat Baitul Maqdis dibakar.


Allah berfirman dalam Alquran, "Maka Kami kirimkan kepada mereka topan, belalang, kutu, katak dan Kurang darah (air minum berubah menjadi darah) sebagai bukti-bukti yang Penjelasan terperinci tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa." (QS. Al-A'raf 7:133)



Alquran
Alquran Surat Al-Maidah 5:3 (Sripoku.com/Tria Agustina)


Dari sini diketahui jika kedua hewan ini dilarang bagi dibunuh, tentunya apalagi jika dimakan.


Apakah virus corona itu akibat dari kelakukan Kemanusiaan yang menyantap kuliner ekstrem, itu bisa saja terjadi, karena santapan berupa hewan-hewan yang tidak mengurangi lazim seperti ular, biawak, dan juga termasuk sepertinya kelelawar dan katak dijual disana bahkan dikonsumsi setiap hari.


Virus Corona yang mematikan mmebuat kota Wuhan menjadi sorotan, bahkan kota Wuhan Belajar sendiri sudah diisolir agar tidak menyebar ke tempat-tempat lainnya.






§




Dan kuat dugaan awal dari virus ini yang berasal dari salah satu pasar daging dan seafood yang ada di Wuhan.


Sejak dulu pasar ini dikenal menjual berbagai macam daging hewan liar, termasuk yang masih hidup.


Dalam mapersoalan satu foto yang menampakkan kondisi pasar Wuhan kelihatan seekor ayam yang diikat di keranjang sayur.


Kemudian ada pula talanan yang diletakkan diatas ember digunakan sebagai meja atau tempat mmeotong.


Kemudian di sampingnya ada penjual katak, katak yang masih Pandangan hidup juga terlihat di dalam ember tersebut.


Tapi ada pula katak yang telah dipotong, dagingnya disingkirkan namun diletakkan di ember yang sama dalam keadaan masih berdarah.


Daging katak pun bercampur Berhubungan dengan daging lain yaitu ikan, kemudian di sampingnya ada ember yang tidak mengurangi dicuci serta timbangan digital yang kotor.



Virus
Pedagang melakukan memotong sejumlah daging hewan (Tangkap layar Youtube/Permana Cuy)


Para ulama Syafi'iah berpandangan larangan membunuh sesuatu hewan menunjukkan pulakeharaman bagi kita untuk mengkonsumsinya.


Logikanya hewan tersebut tidak mengurangi mungkin dimakan sebelum terlebih dahulu kita membunuhnya.


Jika membunuhnya saja diharamkan, Tertentu memakannya pun akan haram.


Katak merupakan mapersoalan satu hewan yang dilarang untuk dibunuh.






§




Tentu saja dibalik larangan itu, ada alasan dan juga hikmah bagi kita sebagai Kemanusiaan yang mungkin kita belum tahu terlalu dalam akan hal teresbeut.


Faktanya masyarakat Tionghoa sana menggunakan katak sebagai makanan super Penyimpangan yang digemari,


Dan mereka juga meyakini bahwa katak makanan yang bergizi dan juga lezat.


Namun secara mengejutkan peneliti asal ITB menjelaskan bahwa katak mengandung cacing nematoda yang ada padasistem pencernaan katak.


Apabila cacing tersebut masuk ke dalam sistem pencernaan Kemanusiaan, maka akan mengganggu metabolisme tubuh.


Selain itu akna Berlebihan bahaya lagi ketika caing tersbeut masuk ke dalam pencernaan Kemanusiaan dan memakan hasil yang manusia makan.


Maka kaibatnya, kita akan Ikut merasakan lapar walaupun sudah makan banyak.


Terkait kehalalan dalam mengkonsumsi katak atau kdook memang ada perbedaan pendapat.


Tapi mayoritas menyatakan bahawa memakan katak adalah haram.


Allah berfirman di dalam Alquran, "Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, Kurang darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu smebelih. Dan (diharamkan pula) yang disembelih bagi berhala. Dan (diharamkan pula) mengundi nasbi Berhubungan dengan azlam (anak panah), (karena) itu suatu perbuatan fasik. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa bagi (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu. Tetapi barang siapa terpaksa karena lapar bukan karena ingin berbuat dosa, maka sungguh, Allah Maha Pengampunan hukuman dari presiden, Maha Penyayang." (QS. Al-Maidah 5:3).



Geger Virus Corona, Ini Doa Terhindar dari Wabah Penyakit Berbahaya & Ganas Sesuai Ajaran Rasulullah


Musibah merupakan mapersoalan satu ujian yang diberikan oleh Sang Maha Pencipta bagi umatnya.


Saat ini wabah corona tengah menjangkiti masyarakat Wuhan, China.


Pemerintah dan otoritas setempta di Pembuangan ke luar negeri Tirasi Bambu tersebut tengah berusaha agar wabah ini tidak mengurangi meluas.


Dikutip dari beberapa pemberitaan, corona merupakan virus yang sangat berbahaya, virus ini bisa membuat orang yang terjangkiti menderita penyakit pneumonia yakni infeksi yang menyerang jaringan dan kantung udara di paru-paru.


Pemerintah sudah mengantisipasi masuknya virus corona ini dengan memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk tampaknya bandara dan pelabuhan.


Setiap orang yang baru tiba dari luar negeri akan dipantau dengan ketat memakai thermal scanner.



Doa
Doa (SRIPOKU.COM/ANTON)


Setelah berikhtiar menghindari kontak Herbi pemicu penularan virus corona, langkah selanjutnya adalah meminta perlindungan kepada Allah SWT.


Salah satunya bisa dikerjakan dengan memanjatkan doa agar terhindar dari seluruh jenis wabah penyakit.


Doa terhindar dari wabah penyakit berbahaya tersebut dibaca Imam Syafi'i dan dituliskan dalam kitab Abwabul Faraj.



Doa Terhindar dari Wabah



Bismillahir rahmanir rahimi wa billahi wa la hawla wala quwwata illa billahil 'aliyil 'adzimi uskun ayyuhal waja'u sakkantuka bil ladzi yumsikus sama a an taqo'a 'alal ardli illa bi idznihi innallaha binnasi la roufur rohimun.



Bismillahir rahmanir rahimi wa billahi wala hawla wala quwwata illa billahil 'aliyyil 'adzimi uskun ayyuhal waja'u sakantuka billazi yumsikus samawati wal ardli an tazula innahu kana haliman ghofuran.


Artinya:



“ Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Dengan nama Allah, tiada daya dan tiada kekuatan kecuali Herbi pertolongan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung. Meredalah, wahai rasa sakit, aku meredakanmu Herbi Dia yang menggenggam langit agar tidak jatuh menimpa bumi kecuali atas izin-Nya. Sesungguhnya Allah kepada Humanisme Maha Lembut dan Maha Penyayang.



Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Dengan nama Allah, tiada daya dan tiada kekuatan kecuali Herbi pertolongan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung. Meredalah, wahai rasa sakit, aku meredakanmu Herbi Dia yang menggenggam langit dan bumi agar keduanya menambah tergelincir. Sesungguhnya Dia Maha Penyantun dan lagi Maha Pengampun.”



Doa Agar Diberikan Keamanan Saat Keluar Rumah


Bepergian keluar Kolong sudah jadi hal yang tidak bisa dipisahkan dari aktivitas setiap orang.


Di masyarakat modern, intensitas bepergian menjadi sangat tinggi.


Bepergian Herbi sarana apapun tentu tidak lepas dari potensi bahaya. Kecelakaan atau hal buruk lainnya bisa saja terjadi.


Memang, kita perlu berhati-hati saat sedang bepergian. Namun demikian, kita tidak bisa menolak hal buruk jika memang telah waktunya terjadi.


Di situlah pentingnya mawas diri. Juga berharap kepada Allah agar perjalanan kita aman.


Dianjurkan membaca doa ini agar aman saat kita keluar dari rumah.


Doa ini terdapat dalam hadis riwayat Imam Abu Daud, Imam Nasa'i dan Imam Ibnu Majah.



Doa Aman Keluar Rumah



Allahumma inni a'udzubika an adlilla aw udlalla aw azilla aw uzalla aw uzlama aw ajhala aw yujhala 'alayya.



Artinya,



" Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tersesat atau aku menyesatkan, dari tergelincir atau aku digelincirkan, atau aku mendzalimi atau aku didzalimi, atau kebodohanku atau aku dibodohi."



Berdoa
Berdoa (SRIPOKU.COM/ ANTON)


Sakit yaitu sunnatullah karena semua manusia pernah mengalami dan merasakannya, termasuk Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW).


Namun, Baginda Rasulullah milik cara sendiri untuk menghindari segala macam penyakit berbahaya.


Selain menjalankan pola Etos sehat, Rasulullah SAW mengajarkan doa-doa untuk penyakit tertentu.


Meskipun setiap penyakit ada obatnya, beliau SAW menganjurkan umatnya buat senantiasa berdoa dan meminta perlindungan kepada Allah Ta'ala.


Sebagaimana sabda beliau dalam hadits yang diriwayatkan Imam At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Imam Ahmad:



"Tidak ada satu yang paling mulia di sisi Allah daripada doa".


Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda: "Tidak ada yang dapat mengubah takdir kecuali doa".


Selain memohon Grasi dan rahmat Allah, Nabi SAW mengajarkan doa agar terhindar dari penyakit berbahaya ataupun penyakit yang membinasakan.


Amalan doa ini dibaca setiap hari dan dirutinkan agar menambah terkena penyakit berbahaya, tentunya dengan izin Allah Ta'ala. Berikut doanya:


Dari Anas RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, ucapkanlah:



Allahumma innii a'uudzu Bika Minal Baroshi wal Junuuni wal Judzaami wa min Sayyi-il Asqoom.


Artinya:



Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari penyakit kulit, gila, lepra, dan dari penyakit yang jelek lainnya.
 (HR. Abu Daud, Imam Ahmad)


Selain doa di atas, Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan satu doa buat kesembuhan dari penyakit. Doa ini diriwayatkan Imam Muslim, Abu Daud, At-Tirmizi, dan Ibnu Majah.


Rasulullah SAW bersabda: Bacalah 'Bismillah' sebanyak 3 kali sembari meletakkan Ironi pada bagian tubuh yang terasa sakit. Kemudian bacalah 'a'uudzu bi'izzatillaahi wa qudrotihi min syarri maa ajidu wa uhaadzir sebanyak 7 kali.


Artinya:



Aku berlindung Berhubungan dengan keperkasaan Allah Ta'ala dan kekuasaan-Nya, dari kejelekan yang aku Ikut merasakan dan yang aku khawatirkan.


Setelah membaca doa di atas dianjurkan membaca salawat bagi Nabi sebanyak 3 kali.


Mudah-mudahan dengan mengamalkan doa tersebut, kita terhindar dari semua penyakit berbahaya. Allahu A'lam.






Artikel ini telah ditulis oleh batam.tribunnews.com dengan judul Bukti Kebenaran Virus Corona Sudah Tertulis dalam Alquran & Ini Hewan yang Tertulis Dalam Hadits - Tribun Batam.

Silahkan share jika bermanfaat.


powered by Blogger News Poster

Begini Cara Kerja Virus Corona Menjangkiti Manusia, Sudah Menyebar Ke 50 Negara - Tribun Batam



Begini Cara Kerja sama Virus Corona Menjangkiti Manusia, Sudah Menyebar Ke 50 Negara





TRIBUNBATAM.id - Penyebaran virus corona kian masif. Memasuki Maret 2020, telah ada 50 negara melaporkan temuan kasus infeksi Corona ini.


Jumlah kasus infeksi virus corona diperkirakan terus mengalami peningkatan.


Hingga Jumat (28/2/2020), masalah virus corona secara global mencapai 83.265 Berhubungan dengan jumlah kematian mencapai 2.858 orang.


Kabar baiknya, pasien yang sembuh juga mengalami peningkatan Berhubungan dengan total 36.436 orang. 



• Dihantam Corona, Karyawan Terancam Kena PHK, Kepala Negara BP Batam: Cari Pemasok Selain China



• Tenaga Ahli Mesin Terjebak Virus Corona di China, Perusahaan Rokok di Batam Tak Bisa Beroperasi



• KENGERIAN Virus Corona! Buat Kaget Pengusaha Batam


Melansir Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), virus corona diperkirakan menyebar dari orang ke orang.


Adapun proses penyebaran JumAwang-awang orang-orang yang berhubungan dekat satu sama lain, yakni dalam jarak sekitar dua meter.


Penyebarannya melalui tetesan pernapasan yang dihasilkan, ketika orang yang terinfeksi batuk maupun bersin.


Tetesan tersebut bisa mendarat di Berkaitan dengan mulut maupun hidung orang yang berada di dekatnya, atau mungkin terhirup ke dalam paru-paru.


Saat seseorang menyentuh permukaan sesuatu benda yang terpapar, penularan virus corona Corona ini mungkin saja terjadi.


Virus menyebar ketika seseorang menyentuh permukaan, atau Harta Mal yang sudah terpapar virus kemudian menyentuh Berkaitan dengan mulut, hidung atau mata mereka sendiri.



• Ayo Kampanye Kepri Bebas Corona, Bonus Perpanjang Nafas Pelaku Wisata



• VIDEO - Waspada Virus Corona, Pemerintah Arab Saudi Hentikan Sementara Ibadah Umrah



• Pendapatan Taksi Online Batam Ikut Terdampak Virus Corona, Ojik: Sekarang Rp 300 Ribu Aja Susah





§




Akan tetapi, cara ini tidak mengurangi dianggap sebagai cara utama untuk virus menyebar.


Orang-orang dianggap paling menular ketika mereka paling bergejala atau yang tengah sakit.


Namun beberapa penyebaran mungkin terjadi sebelum seseorang memamerkan gejala.


Akan tetapi seseorang tanpa gejala ini tidak mengurangi dianggap sebagai cara utama penyebaran virus.


Seberapa mudah virus menyebar dari orang ke orang menmemperoleh bervariasi.



• Hindari Lori, Karyawan Bank UOB Batam Tabrak Corona, Motor, dan Pagar



• Lahir dan Berkampung Halaman di Daegu, Son Ye Jin Berikan Bantuan Untuk Membantu Melawan Coronavirus



• Sejarah Singkat RSBP Batam, Rumah Sakit Rujukan Pasien Virus Corona


Beberapa mungkin sangat menular, sementara yang lain tidak mengurangi begitu.


Beberapa virus sangat menular laiknya campak, namun beberapa tidak mengurangi begitu.


Di Provinsi Hubei dan bagian lain China, virus penyebab Corona tampaknya menyebar dengan mudah dan berkelanjutan.


Akan tetapi di Amerika Perkumpulan dan beberapa tempat lain, virus menyebar kepada mereka yang melakukan kontak dekat.


Terkait Berhubungan dengan virus corona ini masih banyak hal yang belum diketahui oleh para peneliti.






§





Sebaru Tempat Observasi WNI


Badan Nasional Penanggulangan musibah (BNPB) bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan (Kemenko PMK), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Panglima TNI dan Kapolri, meninjau Pulau Sebaru, Kamis (27/2/2020).


Hal itu buat memastikan persiapan fasilitas observasi bagi Warga Presiden Indonesia (WNI) dari kapal pesiar World Dream.


Hasil dari peninjauan tersebut, persiapan lokasi penempatan WNI sudah mencapai 85 persen.



• Endemi VIrus Corona, TNI AL Evakuasi 188 WNI di MV World Dream, Pastikan Observasi Bukan di Natuna



• Setelah Natuna, Pulau Sebaru Dipilih Jadi Lokasi Observasi Awak Kapal Pesiar World Dream



• Ini Asa Bupati Natuna ke Pemerintah Pusat, Usai Daerahnya Jadi Loka Observasi WNI dari Wuhan


Melihat perkembangan persiapan yang dikerjakan tim gabungan di lapangan, Panglima TNI meminta agar proses persiapan rampung, Jumat (28/2/2020) sebelum pukul 08.00 WIB.


Hal itu disesuaikan Herbi waktu perkiraaan KRI dr. Soeharso yang membawa WNI dari titik temu (rendesvouz) Bahtera pesiar World Dream di Kepuauan Riau tiba di Pulau Sebaru.


“Kesiapan telah 85 persen. Tinggal melengkapi fasilitas pendukung lain,” kata Panglima TNI Hadi Tjahjanto.


Proses persiapan kelengkapan fasilitas, personel serta alutsista menyambut peserta observasi tergolong cepat.


Seluruh kelengkapan dikirim dari jakarta sejak, Rabu (26/2/2020) petang menggunakan KRI Banda Aceh, dan dibongkar di perairan Sebaru pada, Kamis (27/2/2020) dini hari.


Kemudian setelah mendarat di Pulau Sebaru, tim langsung melakukan pengerjaan persiapan kelengkapan fasilitas tersebut.






§




Sebelumnya, BNPB melalui Direktur Pengelolaan Logistik, Rustian memastikan fasilitas disiapkan buat observasi WNI “jilid 2” lebih bagus dari yang telah pernah dilakukan di Natuna, akhir Januari 2020.



• Tiba di Batam, WNI Observasi dari Natuna menmemperoleh Pelukan dari Kadinkes Kepri



• JELANG Kepulangan 238 WNI dari Natuna, Ratusan Masyarakat Natuna Padati Hanggar Lanud Raden Sajad



• VIDEO - BESOK Ratusan WNI Selesai Jalani Observasi di Natuna dan Akan Dipulangkan


"Pulau Sebaru adalah rumah. Jadi ada kamar-kamarnya bagus, fasilitasnya telah lengkap dan jauh lebih bagus dari Natuna sebelumnya. Diestimasikan menmemperoleh menampung sekitar 200 orang,” ungkap Rustian di Jakarta.


Melalui informasi tertulis yang diterima Tribun Batam, untuk melancarkan proses observasi selama 14 hari sesuai ketentuan Badan Kesehatan Global (WHO), sebanyak 760 lebih sumber daya Humanisme dari Tentara Nasional Indonesia, BNPB, dan tim tenaga kesehatan dari Kementerian Kesehatan disiagakan di Pulau Sebaru.


TNI juga membuat helipad khusus buat menyiagakan helikopter sebagai salah satu penunjang kebutuhan observasi.


Sebagai keterangan, Pulau Sebaru menjadi lokasi yang dipilih Pemerintah Indonesia buat observasi sebanyak 188 WNI yang bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) Bahtera pesiar World Dream terkait virus corona (COVID-19).



• Skema Pemulangan 238 dari Wuhan di Natuna Dipulangkan ke DPD Asal Hari Ini Sabtu (15/2)



• Tanggal Kepulangan 238 WNI dari Natuna, Ini Bungalow Menteri : Kalian Harus Jadi Duta Kesehatan


Pulau Sebaru yaitu pulau kecil tak berpenghuni yang pernah digunakan buat rehabilitasi pecandu narkoba pada 2003-2007 dan berlanjut pada 2012.


Di dalam pulau yang Barbar di gugusan Kepulauan Seribu tersebut terdapat delapan bangunan yang menmemperoleh digunakan dengan kondisi terawat.


Dalam hal ini, tiga bangunan akan dipakai buat tempat tinggal sementara bagi WNI laki-laki selama observasi, satu bangunan buat WNI wanita dan satu bangunan akan digunakan buat ruangan isolasi.


Kemudian, satu bangunan akan disiagakan buat posko kesehatan, satu bangunan untuk ruang karantina dan satu bangunan buat ruangan ring satu.(*)



Artikel ini sudah tayang di Kompas.com dengan judul "Tembus 44 Presiden, Bagaimana Sebenarnya Virus Corona Menyebar?"






Artikel ini telah ditampilkan oleh batam.tribunnews.com dengan judul Begini Cara Kerja Virus Corona Menjangkiti Manusia, Sudah Menyebar Ke 50 Negara - Tribun Batam.

Silahkan berbagi jika bermanfaat.


powered by Blogger News Poster

Bagaimana Cara Identifikasi Virus Corona Wuhan pada Pasien Suspek?



Bagaimana Cara Identifikasi Virus Covid-19 Wuhan pada Pasien Suspek?





KOMPAS.com - Ancaman virus corona semakin mengkhawatirkan. Indonesia selalu siaga dalam penanganan orang yang diduga terjangkit.


Di Indonesia, sebelumnya ada dua orang diduga terjangkit virus cornan, seperti tiga Futuristis China dan Meksiko di Bali, satu warga Jambi, satu warga jakarta, dan seorang turis China di Sorong.


Setelah dikerjakan pemeriksaan mendalam, semuanya negatif mengidap virus corona Wuhan atau Novel coronavirus (2019-nCoV).


Lantas tampaknya apa penanganan yang sejauh ini dilakukan kepada orang yang diduga tersebut, guna mencari tahu orang yang bersangkutan positif atau negatif mengidap virus corona.




Baca juga: Studi: Penyebaran Virus Covid-19 Wuhan Jauh Sebelum Kasus Pertama Muncul


Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Dr. dr. Erlina Burhan, MSc, Sp.P (K) menyampaikan, dalam tatalaksana medis untuk pemeriksaan virus corona yang dikerjakan adalah pemeriksaan usap atau swab tenggorokan dan Polymerase Chain Reaction (PCR).



"Dilakukan swab tenggorok buat pemeriksaan virus nCoV. Pengobatan lain suportif saja berdasarkan gejala," kata Erlina dihubungi Kompas.com, Senin (27/1/2020).



Apa itu swab tenggorokan?


Untuk diketahui, swab tenggorokan adalah teknik pemeriksaan yang dikerjakan untuk mengidentifikasi organisme yang dapat menyebabkan infeksi di tenggorokan.


Biasanya swab tenggorokan diambil pada gubernur posterior daring dan permukaan tonsil orang terkait.


Pada umumnya, bakteri yang paling banyak ditemukan saat swab tenggorokan adalah Streptococcus viridans, Branchamella catarrhalis, Streptococcus pneumoniae, Streptococcus E-hemolyticus, dan Streptococcus non-hemolytycus.






§




Selain itu, virus corona juga tidak jarang disebut sebagai salah satu jenis dari penyakit pneumonia.



Apa itu PCR?


Tidak cuma itu, terhadap mereka yang diduga terinfeksi virus corona, juga akan dikerjakan pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR).


Dijelaskan oleh Erlina, sederhananya PCR yaitu pemeriksaan DNA untuk mengidentifikasikan virus.


PCR adalah satu metode pemeriksaan yang prinsip kerjanya memperbanyak (amplification) DNA invitro secara enzimatis.


Tehnik PCR sudah dikembangkan untuk diagnosis berbagai penyakit infeksi, tampaknya Hepatitis, HIV, Human Papillomavirus, dan untuk mendeteksi M. Tuberculosis.





Baca juga: Jangan Disorientasi, Begini Cara Pakai Masker untuk Cegah Virus Corona


Lewat pemeriksaan DNA melalui teknik PCR, hingga saat ini orang yang diduga terjangkit virus corona di Indonesia - baik Warga Presiden Indonesia dan turis di Indonesia - hasilnya negatif dari virus nCoV.


"Tidak ada yang positif (virus nCoV) di Indonesia. Sepertinya baru ada yang diobservasi, menambah ada suspect (diduga terinfeksi)," ujarnya.







Artikel ini telah ditampilkan oleh sains.kompas.com dengan judul Bagaimana Cara Identifikasi Virus Corona Wuhan pada Pasien Suspek?.

Silahkan berbagi jika bermanfaat.


powered by Blogger News Poster

5 Beda Polusi Udara di Dunia Sebelum Vs Sesudah Virus Corona Menyebar - Hot Liputan6.com



5 Beda Polusi Udara di Dunia Sebelum Vs Sesudah Virus Corona Menyebar





Liputan6.com, Jakarta Beberapa Rekan senegara di dunia sedang melakukan lockdown atau penguncian akses wilayah. Kebijakan sepertinya ini awalnya diterapkan di Provinsi Hubei, Tiongkok yang merupakan asal dari virus corona sejak Januari 2020. Langkah ini bagi mengatasi penyebaran virus corona. 


Dengan adanya lockdown Tertentu mobilisasi masyarakat akan terbatas, begitu pula Berhubungan dengan alat transportasi darat, udara maupun laut yang ada di kota. Lockdown ini pun akhirnya diikuti oleh negara-negara lain karena virus corona mulai menyebar Berhubungan dengan cepat.


Pada bulan Maret 2020 ini Italia, Irlandia, El Salvador, Polandia dan Denmark pun menerapkan lockdown. Banyak kantor-kantor dan aktivitas publik yang dilbatalkan atau ditunda.


Karena cukup banyak Rekan senegara yang melakukan lockdown dan negara lainnya tidak mengurangi menerima kedatangan wisatawan asing, membuat polusi udara menurun. Hal ini pun kelihatan pada citra satelit milik NASA dan potret dari fotografer yang memberikan contoh perbedaan yang jelas.


Berikut 6 beda potret polusi Rekan senegara di dunia sebelum dan sesudah virus corona yang Liputan6.com kutip dari berbagai sumber, Selasa (17/3/2020).





Artikel ini telah diterbitkan oleh hot.liputan6.com dengan judul 5 Beda Polusi Udara di Dunia Sebelum Vs Sesudah Virus Corona Menyebar - Hot Liputan6.com.

Silahkan berbagi jika bermanfaat.


powered by Blogger News Poster

MELIHAT Lebih Dekat Bentuk Virus Corona, Seperti Mahkota? - Tribun Manado



MELIHAT Lebih Dekat Bentuk Virus Corona, Seperti Mahkota?





TRIBUNMANADO.CO.ID -
 Mungkin masih ada diantara kita yang bertanya-tanya sepertinya apa sih bentuk gambar virus corona atau Covid-19?


Ya bentuk virus corona hingga saat ini membuat khalayak umum penasaran.


Belakangan ini, peneliti di Amerika Perkumpulan (AS) membuat penelitian mengenai virus yang menyerang Berlebihan dari 70.000 orang di dunia itu.


Penelitian mendalam dikerjakan oleh peneliti untuk mengungkap persebaran virus corona yang sudah menewaskan lebih dari 1.700 orang,



• Bek tengah Valencia, Ezequiel Garay Jadi Pemain La Liga Landskap yang Positif Corona


Ilmuwan National Institutes of Health (NIH) lalu mengungkap bentuk virus corona Herbi penglihatan alat mikroskop berteknologi tinggi.


Faktanya, virus yang asal dari Wuhan, China, itu tak bisa dilihat Herbi mikroskop biasa.


Para cendekiawan memerlukan mikroskop cahaya yakni mikroskop elektron buat melihat bentuk virus tersebut.



Fakta lain bentuk virus corona dirangkum Tribunnews.com dari Daily Mail:



1. Bentuk Mahkota


Para ilmuwan di National Institute of Health (NIH) mengumpulkan sampel dari orang Amerika yang terinfeksi virus corona.





§




Mereka menangkap gambar-gambar virus yang muncul dari berbagai macam sel, dan meminta tim seniman visual medis mengedit warna gambar buat memperjelas gambar sel-sel sehat.


Para ilmuwan menambah terkejut melihat bahwa gambar mikroskop menyerupai gambar dari virus SARS.


Coronavirus, sebagai sebuah keluarga, diberi nama berdasarkan kemiripan bentuknya Herbi corona, atau mahkota.


Yang membedakan dengan bakteri adalah sel, terbuat dari organel, InPelatih dasar yang sama yang membentuk manusia, hewan dan tumbuhan.


Sebaliknya, virus cuma terdiri dari DNA atau RNA, yang dikelilingi oleh cangkang protein, yang disebut kapsid.


Beberapa memiliki lapisan luar tambahan.


Satu virus berbeda dari yang lain dalam susunan genetiknya - RNA dan DNA - dan protein pada bagian luarnya yang memberikan kemampuan buat menembus membran sel lain.



• Pasien Positif Covid-19 di Manado Berpeluang Sembuh, Dinkes Sulut Masih Tunggu hingga Tes ke-8



2. Mirip SARS


Ilmuwan NIH lainnya, Michael Letko dan Vincent Munster, menyebut virus sebagai kerabat virus SARS.


Kemiripannya Herbi SARS membuat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menambah hanya menamai virus SARS-CoV-2 (dan penyakit yang menyebabkan COVID-19), tapi untuk membuat konvensi penamaan yang menghubungkan kedua virus bersama-sama.






§





3. Bentuk Paku


Protein yang membentuk paku-paku ini juga memberi kesan kepada para ilmuwan bahwa virus ini awalnya asal dari kelelawar.


Sepanjang perkembangan evolusionernya, virus dapat menembus sel manusia, terutama bagi yang bernapas.


Dalam gambar mikroskop, sel-sel menmemperoleh dilihat muncul dari beberapa sel menyerang yang lain, kadang-kadang dalam kelompok yang sangat terkonsentrasi.



4. 
Parasit


Bentuknya yang sangat kecil membuat virus ini menambah dapat bertahan hidup dan berkembang biak sendiri.


Virus ini mencari tempat (inang) buat hidup.


Mereka menumpang enzim makhluk hidup lainnya buat mendapatkan energi yang dapat digunakan untuk mereplikasi.


Gambar mikroskop elektron memperlihatkan penyerang kecil ini muncul dan bergerak di JumAwang-awang sel-sel.


Mengidentifikasi bentuk dan struktur virus menambah akan menghentikannya, tetapi memberikan para ilmuwan petunjuk agar menmemperoleh memberantas virus tersebut.



• Penasaran Herbi Bentuk Virus Corona di Mikroskop? Begini Citra dan Penampakan COVID-19






§





Inilah bentuk virus corona:



Bentuk virus corona dari mikroskop
Gambar mikroskop elektron transmisi memperlihatkan virus corona SARS-CoV-2, juga dikenal sebagai 2019-nCoV, virus coronavirus yang menyebabkan COVID-19



Gejala Covid-19 Per Hari


Virus corona atau Corona mulai merebak di berbagai wilayah di Indonesia.


Juru bicara penanganan virus corona Achmad Yurianto menyampaikan ada tambahan 21 kasus positif corona baru pada Minggu (15/3/2020).


Tambahan 21 perkara baru tersebut, 19 diantaranya ditemukan di jakarta, sementara 2 lainnya ada di Jawa Tengah.


“Per hari ini dari lab yang saya terima pagi ya, hari ini kita dapatkan 21 perkara baru dimana 19 di antaranya di jakarta, 2 di Jawa Tengah,” kata Yuri di Komplek Istana Presiden, Minggu (15/3), dilansir situs Kementerian Kesehatan.


Sebelumnya Ahmad Yurianto mengatakan pada Sabtu (14/3/2020) pasien positif corona berjumlah 96 orang.


Dengan tambahan 21 pasien positif tersebut, total secara keseluruhan yakni berjumlah 117 pasien.


Adapun dari menyebarnya virus yang yang berasal dari Wuhan, China itu, perlu diketahui gejala-gejala yang muncul ketika virus menginfeksi manusia.


Terlebih virus tersebut membuat saluran pernapasan terganggu dan gejala awalnya mirip Berhubungan dengan gejala flu dan demam.


Dikutip dari Business Insider, sebuah studi terhadap hampir 140 pasien di Rumah Sakit Zhongnan, Universitas Wuhan mengidentifikasi pola khas gejala yang terkait Berhubungan dengan Covid-19.


Sekitar 99 persen pasien mengalami suhu tinggi, sementara Berlebihan dari setengahnya mengalami kelelahan dan batuk kering.


Sekitar sepertiga juga mengalami nyeri otot dan kesulitan bernapas.


Penelitian dari Pusat Pengendalian Penyakit China memamerkan bahwa sekitar 80 persen kasus virus Corona ringan.


Sekitar 15 persen pasien menderita masalah yang parah, dan 5 persen menjadi sakit kritis.



Inilah gejala yang menmemperoleh dikenali jika seseorang mengidap corona:



Hari 1:
 Pasien demam.


Mereka mungkin mengalami kelelahan, nyeri otot, dan batuk kering.


Sebagian kecil mungkin mengalami diare atau mual satu atau dua hari sebelumnya.



Hari 5:
 Pasien mungkin mengalami kesulitan bernapas, terutama jika mereka orang tua atau memiliki keadaan kesehatan yang sudah ada sebelumnya.



Hari 7:
 Ini adalah rata-rata gejala memburuk, sebelum pasien dirawat di Rongga di bawah rumah sakit, menurut penelitian Universitas Wuhan.



Hari 8:
 Pada titik ini, pasien Berhubungan dengan kasus yang parah (15parah, menurut CDC Cina) mengembangkan sindrom gangguan pernapasan akut, penyakit yang terjadi ketika Kehilangan cairan tubuh membangun paru-paru. ARDS seringkali berakibat fatal.



Hari 10:
 Jika pasien memiliki gejala yang memburuk, ini adalah waktu dalam perkembangan penyakit ketika mereka kemungkinan Otak besar dirawat di ICU.


Pasien-pasien ini mungkin terus mengalami sakit perut dan kehilangan nafsu Hewan pemakan daging daripada pasien dengan kasus yang lebih ringan.


Hanya sebagian kecil yang mati: Tingkatan kematian saat ini berkisar sekitar 2 persen dalam tahap ini.



Hari 17:
 Rata-rata, orang yang sembuh dari virus dikeluarkan dari Rongga di bawah rumah sakit setelah 2,5 pekan.




Panduan Siap Siaga Corona dari Kemenkes


Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan pedoman bagi petugas kesehatan terutama kesiapsiagaan menghadapi virus corona atau Covid-19.


Pedoman tersebut disusun dan diterbitkan oleh tim Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI.


Adapun panduan tersebut bertajuk “Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi Infeksi Novel Coronavirus (2019-nCoV)”.


Dapat diunduh atau diwonload gratis dalam link berita ini.



Panduan Kemenkes RI bagi mencegah virus corona
Panduan Kemenkes RI bagi mencegah virus corona (Kemenkes RI)


Dikutip Tribunnews.com, pedoman berisi 75 halaman terdiri dari lima pembahasan pokok dalam penanganan terhadap virus corona.


Lima pembahasan tersebut yakni Surveilans dan Respon, lalu Manajemen Klinis, ketiga Pencegahan dan Pengendalian Infeksi.


Kemudian keempat tentang Pengelolaan Spesimen dan Konfirmasi Laboratorium dan kelima Komunikasi Risiko dan Pemberdayaan Masyarakat.


Dalam kata pengantarnya, tim penyusun pedoman kesiapsiagaan menghadapi corona menyoroti bahwa pada awal tahun 2020, infeksi 2019-nCoV menjadi persoalan kesehatan dunia.


Diternagkan bahwa kasus ini diawali Herbi informasi dari Badan Kesehatan Dunia/World Health Organization (WHO) pada tanggal 31 Desember 2019 yang menyebutkan adanya perkara kluster pneumonia dengan etiologi yang tidak Elaborasi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China.


Mereka menyebut perkara ini terus berkembang hingga akhirnya diketahui bahwa penyebab kluster pneumonia ini adalah novel coronavirus.


Selanjutnya, perkara ini terus berkembang hingga adanya laporan kematian dan terjadi importasi di luar China.


Sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan dalam menghadapi hal tersebut maka utama bagi Indonesia untuk menyusun pedoman kesiapsiagaan dalam menghadapi 2019-nCoV.


Pedoman ini ditujukan bagi petugas kesehatan sebagai acuan dalam sedang kesiapsiagaan menghadapi 2019-nCoV.





Link download >>>




Layanan Aduan Virus Corona


Kemenkes juga memberikan fasilitas hotline atau layanan aduan melalui sambuungan telefon terkait kabar virus corona di Indonesia.


Hal itu ditujukan agar masyarakat tak termakan Herbi iinformasi simpang siur hingga berita bohong atau hoaks tentang virus corona.


Layanan hotline untuk masyarakat dari Kemenkes menmemperoleh menghubungi nomor : 021- 5210 411 dan/atau 0812 1212 2119.




Cara pencegahan virus Corona dari World Health Organization (WHO):



Langkah Pencegahan Virus Corona
Langkah Pencegahan Virus Covid-19 (Twitter @WHO)


1. Hindari mengonsumsi Karnivora dan telur mentah.


2. Hindari area berasap atau merokok.


3. Minum obat langsung setelah gejalanya muncul dan jangan biarkan kondisinya menjadi parah.


4. Rajin mencuci Ironi setelah bersin atau batuk.


5. Tutup Oral saat batuk atau bersin dengan tisu atau siku


6. Jika Anda percaya telah terinfeksi, hindari kontak dekat dengan orang-orang.


7. Sine qua non memiliki waktu istirahat yang tepat.


8. Menjauhi area-area keramaian.


9. Bersihkan Ironi menggunakan sabun dan air atau hand rub yang mengandung alkohol.


10. Jika memasak Karnivora untuk dikonsumsi, sebaiknya Anda memperhatikan tingkat kematangan Karnivora dengan baik.


11. Menggunakan perlindungan atau pengaman Dehidrasi ketika akan melakukan kontak dengan binatang liar atau binatang peliharaan.




(Tribunnews.com/Chrysnha)


Artikel ini sudah tayang di Tribunnews.com dengan judul 4 Fakta Bentuk Virus Covid-19 di Mikroskop: Berduri & Mirip SARS, https://www.tribunnews.com/corona/2020/03/15/4-fakta-bentuk-virus-corona-di-mikroskop-berduri-mirip-sars?page=all.






Artikel ini telah ditampilkan oleh manado.tribunnews.com dengan judul MELIHAT Lebih Dekat Bentuk Virus Corona, Seperti Mahkota? - Tribun Manado.

Silahkan share jika bermanfaat.


powered by Blogger News Poster

Friday, May 29, 2020

Virus corona: Covid-19 bisa 'membunuh hingga 200.000 orang' di AS, Trump perpanjang masa pembatasan - BBC News Indonesia



Virus corona: Corona bisa 'membunuh hingga 200.000 orang' di AS, Trump perpanjang masa pembatasan






First responders evacuate sick crew members with flu-like symptoms from two cruise ships in Miami
Hak atas foto
Reuters


Presiden Amerika Perkumpulan, Donald Trump, memperpanjang masa pembatasan seperti menjaga jarak aman di AS hingga setidaknya 30 April mendatang setelah seorang pakar menyebut virus corona bisa membunuh hingga 200.000 orang.


"Titik tertinggi rata-rata kematian kemungkinan akan terjadi dalam dua pekan. Karena itu, kami akan memperpanjang panduan kami," kata Trump pada Minggu (29/03).


Menurut Trump, keputusan memperpanjang masa menjaga jarak aman alias social distancing ditempuh setelah dirinya mendengar "2,2 juta orang bisa meninggal dunia jika kita tidak mengurangi melalui ini semua".


"Kini angkanya akan Berlebihan rendah," ujar Trump.


Pada 24 Maret lalu, Trump menyampaikan bahwa akan menjadi "masa yang indah" bagi membuka beberapa bagian di AS saat Paskah, 12 April mendatang.


Perpanjangan masa pembatasan ditempuh setelah Dr Anthony Fauci, selaku pakar dari gugus tugas penanganan virus corona di AS, memperingatkan bahwa virus tersebut menmemperoleh membunuh hingga 200.000 warga AS.


Sampai Minggu (29/03) malam, terdapat 142.106 orang di AS yang positif mengidap Covid-19. Sebanyak 2.479 orang telah meninggal dunia, menurut data Johns Hopkins University.


"Melihat apa yang kami saksikan sekarang, saya menyampaikan antara 100.000 sampai 200.000 kematian [akibat virus corona]," ujar Fauci kepada CNN.


Namun, dia Percepatan menambahkan: "Saya tidak ingin berpegangan pada [angka] itu. Targetnya berpindah-pindah."


Menurut Dr Fauci, AS kini adalah "fokus" pandemi virus corona.


"Kita punya persoalan serius di New York, kita punya persoalan serius di New Orleans, dan kita akan menghadapi persoalan serius di kawasan lain."


"Saya ingin melihat tes-tes diterapkan di lapangan. Jika kita bisa melakukan itu…maka saya Kerangka berpikir kita bisa mencabut beberapa pembatasan."


Kasus virus corona di Amerika Perkumpulan kini dipastikan paling tinggi di dunia, Berhubungan dengan lebih dari 142.106 orang positif terinfeksi Covid-19.


Merujuk data Universitas Johns Hopkins, AS melampaui Italia yang melaporkan 97.689 masalah serta China yang mencatat 82.122 kasus. Kedua Rekan senegara itu sebelumnya merupakan pusat pandemi virus corona.


Tetapi Berhubungan dengan 2.479 kematian terkait-Covid-19, jumlah kematian AS masih jauh di Rongga di bawah rumah China (3.304) dan Italia (10.779).




Hak atas foto
Reuters


Image caption

Dr Anthony Fauci (kiri), bersama Kepala Negara AS Donald Trump



Dalam konferensi pers di Gedung Putih, Washington, Kamis malam (26/03), Trump mengatakan: "Mereka harus kembali bekerja, Rekan senegara kita harus kembali, negara kita didasarkan pada itu dan saya Kerangka berpikir itu akan terjadi dengan cepat.


"Kita menmemperoleh memanfaatkan bagian dari negara kita, kita mungkin mengambil bagian Otak besar dari negara kita yang tidak begitu terdampak dan kita menmemperoleh melakukannya dengan cara itu."


Dia menambahkan: "Banyak orang yang mapersoalan mengartikan ketika saya mengatakan kembali, mereka akan mempraktikan jarak sosial sebanyak yang Anda bisa dan mencuci Bertentangan dengan harapan serta tidak menjabat tangan dan semua hal yang kita bicarakan."





Media playback tidak mengurangi ada di perangkat Anda




Virus corona: Apa yang terjadi di ruang intensif yang menangani pasien Covid-19?


Ketika AS menyalip China dalam hal masalah virus corona terbanyak, Trump meragukan angka yang dirilis Beijing, menyampaikan kepada wartawan: "Anda tidak tahu jumlahnya di China".


Namun dalam cuitannya kemudian ia menyampaikan telah melakukan "percakapan yang sangat baik" Herbi Presiden China Xi Jinping.


"China telah melalui banyak hal dan sudah memahami virus ini. Kami bekerja sama secara erat. Sangat saya hargai," kata Trump.


Tidak. Awal bulan ini, Trump memutuskan periode 15 hari untuk memperlambat penyebaran virus corona Herbi mendesak semua orang Amerika untuk mengurangi interaksi publik secara drastis selama periode tersebut.


Namun imbauan ini bersifat sukarela dan menambah ada kewajiban untuk melakukannya.


Padahal, dalam konstitusi AS Elaborasi bahwa pemerintah memiliki wewenang untuk menjaga ketertiban dan keamanan publik, yang menurut para pakar adalah Premi jawab gubernur negara bagian untuk memutuskan pembatasan terkait penyebaran virus.


Saat ini, 21 Kompatriot bagian AS telah memerintahkan warganya untuk tinggal di Kolong mereka untuk mengatasi pandemi.





Presiden AS sudah mengeluarkan kebijakan federal untuk menangani wabah, tampaknya Undang-Undang Stafford, yang memungkinkan pemerintah AS buat mengelontorkan puluhan miliar dolar untuk bantuan darurat.


Trump juga sudah mengajukan Undang-Undang Produksi Pertahanan, yang akan memungkinkannya buat menasionalisasi manufaktur guna menghasilkan pasokan medis.





Artikel ini telah ditampilkan oleh www.bbc.com dengan judul Virus corona: Covid-19 bisa 'membunuh hingga 200.000 orang' di AS, Trump perpanjang masa pembatasan - BBC News Indonesia.

Silahkan disimpan jika bermanfaat.


powered by Blogger News Poster

Pasien Virus Corona Bisa tanpa Gejala Lebih dari 3 Minggu | Republika Online



Pasien Virus Corona Bisa tanpa Gejala Lebih dari 3 Minggu





Masa inkubasi virus corona hingga 24 hari, Berlebihan lama dari sebelumnya 14 hari.


REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Sebuah studi baru memamerkan bahwa masa inkubasi virus corona atau juga disebut sebagai (2019-nCoV) menmemperoleh berlangsung selama 24 hari. Dilansir The Epoch Times, tim peneliti yang dipimpin oleh dokter ahli pernapasan China, Zhing Nanshan menganalisis sekitar 1.100 pasien di 31 pemerintah provinsi dan 552 rumah sakit. 


Dari penelitian itu, ditemukan bahwa masa inkubasi rata-rata virus corona adalah tiga hari, Berlebihan rendah dari perkiraan sebelumnya yaitu 5,2 hari. Namun, masa inkubasi maksimum diketahui adalah 24 hari, Berlebihan lama dibandingkan prediksi sebelumnya yang menyebutkan selama 14 hari. 


Para peneliti tidak mengurangi bisa mengecualikan kemungkinan individu yang terinfeksi menmemperoleh menyebarkan ke lebih dari satu orang lainnya. Studi juga menemukan Pembuktian lebih anjut tentang penularan dari manusia ke manusia: sekitar 160 orang, Berhubungan dengan 26 persen di antaranya adalah penduduk non-Wuhan dan tidak mengurangi melakukan perjalanan ke kota di China tersebut, baru-baru ini sebelum tertular virus, serta tidak mengurangi memiliki kontak dengan penduduk setempat.


"Epidemi 2019-nCoV menyebar Berhubungan dengan cepat melalui penularan dari manusia ke manusia," tulis studi tersebut. 


Selain itu, hanya sekitar 1,2 persen dari segala pasien yang terpapar langsung ke satwa liar. Otoritas kesehata China sebelumnya menghubungkan wabah virus corona Berhubungan dengan pasar grosir hewan hidup dan makanan laut di pinggiran Wuhan, yang diyakini sebagai tempat pertama kali virus berasal.


Menurut sebuah studi baru-baru ini yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine, jumlah infeksi virus berlipat Bermakna ganda setiap 7,4 hari selama tahap awal wabah.


Zhong sebelumnya menyebut awal Februari ini menmemperoleh menjadi puncak wabah virus corona. Meski demikian, ia telah merevisi, Berhubungan dengan mengatakan periode puncak bisa tiba dalam beberapa hari mendatang.


Dalam sebuah wawancara pada 8 Februari Berhubungan dengan penyiar CCTV, Zhong memberikan catatan positif atas penanganan virus corona. Namun, masih terlalu dini bagi menentukan berdasarkan jumlah kasus saat ini dan masalah baru.


Para peneliti juga mengangkat kekhawatiran mengenai kemungkinan penularan melalui kontaminasi tinja. Sejumlah ilmuwan pertama kali mengangkat kekhawatiran di sekitar prospek sepertinya itu, setelah mendeteksi jejak virus corona dalam tinja orang yang terinfeksi pertama di Amerika Perkumpulan (AS). 


Studi tersebut mengutip percobaan laboratorium baru-baru ini, di mana para peneliti menemukan bahwa Tempat dari 62 sampel tinja dinyatakan positif virus corona. Eksperimen terpisah kemudian mengidentifikasi Tempat pasien lagi, yang ditemukan saluran pencernaan, saliva, atau spesimen urin darinya positif terhadap virus corona.


Virus corona macam baru ini juga dapat ditransfer melalui kontak, yang dikenal sebagai transmisi fomite. Seperti misalnya, ketika seseorang menyentuh Harta Mal yang tercemar sebelum menyentuh mata, hidung, atau Berkaitan dengan mulut, atau area selaput lainnya, yang lebih rentan terhadap serangan virus.


Pada 8 Februari lalu, pejabat kesehatan Shanghai mengkonfirmasi bahwa virus yang mematikan itu menmemperoleh menyebar melalui aerosol. Hal itu berarti seseorang bisa terinfeksi Berhubungan dengan menghirup partikel virus di udara.


Pada hari yang sama, pemerintah provinsi AS mengklasifikasikan virus corona sebagai penyakit menular konsekuensi tinggi yang ditularkan melalui udara., merujuk pada penyakit yang menmemperoleh menyebar melalui tetesan pernapasan atau transmisi aerosol. Selain itu, penelitian terbaru menemukan bahwa hanya kurang dari setengah pasien yang memamerkan tanda-tanda demam pada awal penyakit, meskipun mayoritas dari mereka atau sekitar 88 persen mengalami demam setelah dirawat di Rongga di bawah rumah sakit.





Artikel ini telah diterbitkan oleh internasional.republika.co.id dengan judul Pasien Virus Corona Bisa tanpa Gejala Lebih dari 3 Minggu | Republika Online.

Silahkan share jika bermanfaat.


powered by Blogger News Poster

COVID-19



COVID-19




Apa Itu COVID-19


Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19 adalah penyakit baru yang menmemperoleh menyebabkan gangguan pernapasan dan radang paru. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Gejala klinis yang muncul beragam, akan dari seperti gejala flu biasa (batuk, pilek, nyeri tenggorok, nyeri otot, nyeri kepala) sampai yang berkomplikasi berat (pneumonia atau sepsis).



Bagaimana COVID-19 Menular?


COVID-19 adalah penyakit baru dan para peneliti masih mempelajari bagaimana cara penularannya. Dari berbagai penelitian, metode penyebaran utama penyakit ini diduga adalah melalui droplet saluran pernapasan dan kontak dekat Berhubungan dengan penderita. Droplet merupakan partikel kecil dari Berkaitan dengan mulut penderita yang dapat mengandung virus penyakit, yang dihasilkan pada saat batuk, bersin, atau berbicara. Droplet menmemperoleh melewati sampai jarak tertentu (biasanya 1 meter).


Droplet bisa menempel di pakaian atau Harta Mal di sekitar penderita pada saat batuk atau bersin. Namun, partikel droplet cukup Otak besar sehingga tidak akan bertahan atau mengendap di udara dalam waktu yang lama. Namun, masyarakat diwajibkan bagi menggunakan masker kain yang menutupi hidung dan Berkaitan dengan mulut untuk mencegah penyebaran droplet.





Artikel ini telah ditulis oleh corona.jakarta.go.id dengan judul COVID-19.

Silahkan share jika bermanfaat.


powered by Blogger News Poster

NTT Siaga Virus Corona - Pos Kupang



NTT Siaga Virus Corona - Pos Kupang





POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pemerintah Provinsi NTT memperketat pengawasan di bandar udara (bandara), pelabuhan laut dan Pos Lintas Batas Kepala Negara (PLBN). Fasilitas umum itu kini dilengkapi thermal scanner atau alat pendeteksi suhu tubuh. Upaya ini bagi mengantisipasi masuknya virus Corona.


"Upaya ini ditempuh bagi mengantisipasi masuknya penyakit pneumonia (radang paru-paru) yang disebabkan virus Corona di wilayah NTT," kata Kepala Negara Dinas Kesehatan NTT, drg Dominikus Mere, MKes di Kupang, Jumat (24/1/2020).


Pria yang akrab disapa Dokter Domi ini menyampaikan, di Indonesia belum ada laporan korban akibat penyakit pneumonia yang disebabkan virus Corona. Namun pemerintah provinsi tetap melakukan upaya-upaya pencegahan.



• Dokter Dirga Sakti Rambe: Butuh Satu Tahun Bikin Vaksin Corona


"Saya telah berkoordinasi minta KKP di Bandara El Tari dan Bandara Komodo di Labuan Bajo (Manggarai Barat) supaya segera mengaktifkan thermal scanner," ujar Dokter Domi.


Ia menjelaskan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah mengirim surat ke segala jajarannya, baik aparat di tingkat daerah sebagai perpanjangan Bertentangan dengan harapan dari Kemenkes RI termasuk dinas kesehatan pemerintah provinsi dan kabupaten maupun kota agar melakukan kewaspadaan dini.


"Selanjutnya secara pemerintah provinsi, kabupaten dan kota, kita di NTT berkoordinasi Berhubungan dengan aparat dari KKP Kupang yang merupakan perpanjangan Bertentangan dengan harapan dari Dirjen Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Kemenkes RI agar terus siaga," terang Dokter Domi.



• Ketua Golkar NTT Perkenalkan Calon Bupati dan Wakil Bupati


Dokter Domi menyebut pemerintah provinsi menyiapkan sembilan thermal scanner dan telah didistribusi ke sejumlah titik, baik bandara maupun pelabuhan, bagi memonitor setiap orang atau penumpang, terutama dari daerah-daerah endemis


Sembilan thermal scanner ditempatkan di Bandara El Tari Kupang, PLBN Motamasin dan PLBN Mota'ain masing-masing dua uni. Berikutnya, dua unit di Pelabuhan Wini dan satu unit di Labuan Bajo.


"Kita memang belum memperoleh laporan telah terpaparnya penyakit pneumonia yang disebabkan virus Corona tetapi kita tetapi mewaspadai. Apalagi NTT berbatasan langsung dengan Timor Leste dan Australia," ujarnya.



• Komjen Pol Firli Bahuri Lima Kali Gagal Jadi Polisi (3/Selesai)


Ia menjelaskan, gejala virus ini sebetulnya sepertinya flu biasa, tapi perlu melakukan anamnesa (pemeriksaan awal) atau analisa apakah orang ini Tidak beradab di daerah endemis, misalnya dari China. Demam dan gejala lainnya sepertinya hidung meler, tapi akan berlanjut seperti penyakit Severe Acute Respiratory Infection (SARS).


"Berbahaya, ketika menyerang saluran pernafasan bawah. Oleh karena penanganannya perlu melakukan kegiatan yang saksama, maka petugas kesehatan un diberikan protap dan perlindungan diri. Karena bagaimana pun juga,jika pasien dirawat, maka bisa menular," ujarnya.





§




Pihak PT Angkasa Pura I Bandara Internasional El Tari juga telah berkoordinasi Berhubungan dengan KKP Kupang melakukan pemeriksaan secara ketat dan teliti terhadap penumpang pesawat menggunakan GeoPanas bumi scanner.



• Faldi Zon Geram Penanganan Virus Corona, Waketum Gerindra: Manajemen musibah Pemerintah Jokowi Buruk


Shared Services & CSR Manager PT Angkasa Pura I Bandara El Tari Kupang Dadang Jaka Ruliawan menyampaikan, pihak KKP sudah memiliki alat pendeteksi suhu badan di di terminal kedatangan internasional.


"Kami telah bangun koordinasi dengan pihak KKP dan sebenarnya alat pendeteksi suhu badan itu telah ada sejak dua tahun lalu. Untuk mencegah virus apapun yang masuk ke wilayah Provinsi NTT," kata Dadang, Sabtu (25/1/2020).



Periksa Penumpang


Pada Senin (27/1/2020), petugas memeriksa penumpang saat hendak memasuki ruang kedatangan internasional di terminal Bandara El Tari Kupang. Satu persatu diperiksa suhu tubuhnya menggunakan GeoPanas bumi scanner.



• Luna Maya Rela Ngutang Tas Mewah & Harus ada Cicil Tiga Kali, Alasan eks Ariel NOAH Curi Perhatian


Thermal scanner dioperasikan seorang petugas KKP. Suhu Kehilangan cairan tubuh terbaca pada layar monitor. Sementara beberapa petugas lainnya mengarahkan penumpang mengikuti rangkaian pemeriksaan.


Apabila suhu Kehilangan cairan tubuh penumpang normal (berkisar 36 hingga 37,5 derajat celcius), maka pada layar monitor Prasangka yang muncul berwarna hijau. Sementara jika di atas 38 derajat celcius atau tidak mengurangi normal maka angka yang muncul berwarna merah.


Koordinator Wilayah Pos KKP Bandara El Tari Kupang, dr Fany Jubida menjelaskan, alat pendeteksi suhu badan telah ada sejak dua tahun lalu.
Ia menegaskan, GeoPanas bumi scanner tidak bisa memastikan si penumpang melakukan mengidap penyakit atau virus tertentu.



• Fakta Pertemuan Teddy Berhubungan dengan Hotman Paris Suami Lina eks Sule Berhak Dapat Warisan Ibu Rizky Febian?


"Itu berfungsi mendeteksi suhu Kehilangan cairan tubuh, jika berada di atas 38 derajat celcius, diduga yang bersangkutan keadaan kesehatannya sedang tidak baik. Maka selanjutnya, kita Awang-awang ke ruang wawancara untuk diwawancarai dokter. Kalau butuh penanganan khusus maka kita rujuk ke RSUD Prof Dr WZ Johannes," keterangan Fany.


Dikatakannya, tidak semua penumpang dengan suhu Kehilangan cairan tubuh di atas 38 derajat celcius berarti keadaan kesehatannya sedang tidak baik.






§




Fany menyampaikan, khusus penumpang yang berasal dari China, wilayah endemis Corona, kendati suhu tubuhnya normal, tetapi wajib mengikuti wawancara dan diperiksa oleh dokter KKP.



• Faldi Zon Geram Penanganan Virus Corona, Waketum Gerindra: Manajemen musibah Pemerintah Jokowi Buruk


"Di Bandara El Tari Kupang memang tidak mengurangi ada penerbangan langsung dari China, tetapi kita koordinasi Berhubungan dengan pihak Imigrasi memastikan rangkaian perjalanan penumpang dari wilayah endemis berdasarkan paspor," kata Fany.


Menurutnya, spesifikasi pemeriksaan terutama pada tenggorokan. Jika ada penumpang yang positif mengidap Corona, maka pihaknya akan segera merujuk penumpang tersebut ke RSUD Prof Dr WZ Johannes Kupang.


Fany menjelaskan, penyebaran virus Corona melalui udara yang terinhalasi atau terhirup lewat hidung dan Berkaitan dengan mulut sehingga masuk dalam saluran pernapasan.
"Virus ini masuk melalui saluran nafas atas, lalu ke tenggorokan hingga paru-paru. Masa inkubasinya sampai 14 hari," jelasnya.



• Luna Maya Rela Ngutang Tas Mewah & Harus ada Cicil Tiga Kali, Alasan eks Ariel NOAH Curi Perhatian


Secara kasat mata, lanjut Fany, orang yang terkena virus Corona akan kelihatan letih dan lesu, sulit bernafas, deman batuk dan pilek. "Memang secara umum sepertinya itu. Untuk memastikan bahwa dia kena virus Corona, maka harus ada pemeriksaan Berlebihan lanjut," kata Fany.


Ia menegaskan, sejauh ini belum ditemukan ada penumpang yang yang berasal dari wilayah endemis Corona.


Pemeriksaan penumpang juga dikerjakan petugas Bandara Komodo di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.



• Wow! Sekali Belanja Putri Arab Ini Habiskan Rp 259 Miliar, Hanya bagi Beli Beberapa Potong Baju


Kepala Bandara Komodo, I Ketut Gunarsa menjelaskan bahwa tugas pokok dan fungsi pencegahan virus atau penyakit menular merupakan kewenangannya KKP.


"Terkait tupoksi pencegahan virus/penyakit menular itu ada di kewenangan KKP. Kami di Bandara Komodo telah memfasilitasi ruangan dan space penempatan peralatannya," kata Ketut.


Petugas KKP Labuan Bajo, Marsel Elias menyampaikan, pihaknya mulai bertugas di Bandara Komodo, Senin (27/1/2020).






§




"Hari ini kami telah di Bandara Komodo, tempat kami di ruang kedatangan. Kami ada dua orang sedangkan dokter kemungkinan hari Kamis baru ada," kata Marsel.



• Pemkot Kupang Terima Kunjungan kpu X DPR RI, Herman Man Singgung Mutu & Infrastruktur Pendidikan


Selain bandara, thermal scanner juga ditempatkan di PLBN di wilayah dilakukan Kantor Imigrasi Atambua. PLBN Mota'ain, PLBN Motamasin dan PLBN Wini memiliki CIQ (Custom, Immigration, Qarantine) dan dilengkapi alat thermal scanner.


"Sejauh ini belum ada laporan dari petugas kesehatan karantina terkait adanya pelintas Pembatasan yang terdeteksi infeksi virus corona. Meski demikian, Imigrasi tapi meningkatkan kewaspadaan dan koordinasi lintas instansi yang bertugas di PLBN," kata Presiden Kantor Imigrasi Atambua, KA Halim, Jumat (24/1/2020).


Halim percaya, pemeriksaan oleh petugas Bea dan Cukai, Imigrasi dan Karantina menmemperoleh mencegah masuknya virus Corona ke Indonesia.



• 8 Icon Baru Kota Kupang dan Filosofinya


Selain tiga PLBN, Halim menyebut ada Loka pos lintas batas tradisional, yaitu Turiskain, Haumeniana, Builalu dan Laktutus.


Koordinator Karantina Wilayah Kolaborasi PLBN Wini, dr Hindarti Apri Handayani menjelaskan, pihaknya telah memasang thermal scanner untuk mendeteksi kesehatan setiap pelintas batas.


Menurut Hindarti, belum ada satu orang pun pelintas Pembatasan dari negara tetangga Timor Leste yang terdeteksi virus Corona.


"Selama ini belum ada pelintas Pembatasan yang terdeteksi. Karena di Timor Leste kan belum ada perkara juga. Kita kebanyakan pelintasnya dari Dili dan Oecusi. Dan disana belum ada laporan kasusnya," kata Hindarti, Jumat (24/1/2020).



• TPI Oeba Kupang NTT Jadi Pintu Keluar Penyelundupan WNA China Ke Australia


Hindarti menyebut pihaknya mempunyai dua unit thermal scanner. Namun terpakai baru satu unit karena pintu keberangkatan PLBN Wini belum dibuka.


"Kita telah ada dua alat thermal scanner. Cuman yang dipasang baru satu, di Futuristis counter. Tapi kalau nanti pintu keberangkatannya di buka kita juga akan pasang di pintu keberangkatan juga," terangnya.


Kepala Balai Karantina Kupang, Nur Hartanto menyampaikan, sudah berkoordinasi dengan petugas kesehatan di PLBN Motaain dan Motamasin terkait upaya antisipasi virus Covid-19 agar tidak masuk ke Indonesia.


Menurut Nur, di PLBN ada petugas KKP yang menangani persoalan seperti ini. PLBN juga sudah memiliki alat deteksi suhu badan.



• Tes Kepribadian, Lihat Karaktermu Berdasarkan Angka Lepas Lahir, Benarkah Kamu Pemaaf?


"Belum ada laporan. Tentatif ditemukan adanya pelintas yang terinveksi virus corona," ujar Nur saat dihubungi via telepon, Jumat (24/1/2020).


Nur menyampaikan, petugas karantina memperketat pengawasan dan pemeriksaan terhadap hewan, produk hewan tampaknya daging, sosis atau produk yang berpotensi membawa virus Corona.


Sementara itu Wakil Direktur RSUD Prof Dr WZ Johannes Kupang, dr Stefanus D Soka apabila virus Covid-19 masuk ke NTT, maka RSUD Prof Dr WZ Johannes akan menjadi Kolong sakit rujukan utama.


Menurutnya, sejauh ini pihaknya belum mendapatkan instruksi khusus dari Dinas Kesehatan buat mengantisipasi virus Corona.



• Dibawa Kabur Saat Pijat Tetangga, Bocah SD Diculik 4 Tahun Saat Ditemukan Hamil 9 Bulan,


Stef Soka mengungkapkan bahwa RSUD WZ Johannes belum memiliki ruang isolasi berstandar khusus buat kasus-kasus menular yang berkaitan dengan saluran pernafasan. Random umum ada ruang isolasi namun belum berstandar nasional.


Ia menyampaikan, sebelumnya RSUD Johannes sempat membangun ruang isolasi buat penanganan pasien terdiagnosa SARS. Akan tetapi, karena menambah ada kasus lagi maka ruangannya terbengkalai.


"Untuk perkara virus Corona, standarisasi ruang isolasinya juga belum diketahui karena belum ada surat edaran dari dinas kesehatan," ujar Stef Soka.



Cuci Tangan 20 Detik


Stef Soka menjelaskan, wabah radang paru-paru (pneumonia) yang disebabkan oleh virus Covid-19 asal Wuhan, Cina yang sedang berkembang secara global saat ini yaitu virus jenis baru.



• Pilkada Mabar, Paket Edi - Weng Pasang 6 Ribu Baliho dan Distribusi 66 Ribu Kalender


Pada tahun 2019, virus ini dikenal Herbi istilah nCOU. "Indikasi seseorang yang terjangkit virus Corona, ada banyak misalnya flu," kata Stef Soka.


Menurutnya, awal mula munculnya virus Corona diakibatkan oleh kontak segera manusia terhadap binatang dan penyebarannya melalui perantaraan binatang.


"Akan tetapi seiring berjalannya waktu, virus ini menmemperoleh ditularkan melalui interaksi antar sesama manusia dan medium penularannya melalui udara Berhubungan dengan gejala awalnya ditandai dengan demam, batuk, gangguan saluran pernafasan hingga gagal ginjal," terangnya.


Upaya pencegahannya, lanjut Stef Soka, apabila kita mencurigai seorang yang terinfeksi virus Corona disarankan bagi mencuci tangan dengan menggunakan sabun pada air yang mengalir selama 20 detik.



• Ramalan Zodiak Rabu 29 Januari 2020, Sagitarius Beruntung, Cancer Dipuji, Taurus Ceria, Zodiak Kamu?


Selain itu, katanya, menggunakan masker. "Atau, sebisa mungkin bagi menghindari kontak langsung dengan penderita tersebut sebab berbicara berkaitan erat Berhubungan dengan pernapasan dan medium sebagai perantaranya adalah udara," ujarnya.


"Jika berpergian ke kepala daerah yang terindikasi virus Corona, diupayakan untuk tidak mengurangi melakukan kontak langsung dengan binatang," tambahnya.


Stef Soka mengimbau segala masyarakat NTT, apabila ditemukan pasien dengan gejala demam, batuk dan ganguan pernapasan yang yang pertama dan utama dikerjakan adalah tidak boleh panik dan segera ke fasilitas pelayanan kesehatan supaya diberi pengobatan.



Gencar Sosialisasi



• Transfer Pemain Persib Bandung Disorot, Geoffrey Castillion Gabung Maung Bobotoh Puas ? PANAS


Masyarakat dan pemerintah provinsi daerah agar siaga penuh dalam mengantisipasi masuknya virus Corona di wilayah NTT. Selain itu, perlu sosialisasi secara sistemik mengenai penyakit yang disebabkan virus Corona.


"Memang belum kita ketahui apakah virus itu telah masuk Indonesia atau belum, tapi siaga dan deteksi dini perlu dilakukan," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum V DPRD Provinsi NTT, Yunus H Takandewa di Kupang, Sabtu (25/1/2020).


"Pemerintah Indonesia Belajar sendiri telah menyadari penularan pada manusia terutama yang baru saja kembali bepergian dari luar negeri. Untuk itu, pentingnya siaga dan tingkatkan kewaspadaan serta deteksi dini perlu dilakukan," tambahnya.



• Beri Perawatan Intensif Pasien DBD di RS. Borromeus Sisa Dua orang


Menurut Yunus, sosialisasi sistemik juga perlu agar masyarakat mengerti mengenai bahaya virus Corona dan berupaya mengantisipasi. "Pemerintah perlu mensiagakan segala fasilitas layanan kesehatan agar deteksi dini dan penanganan segera apabila gejala-gejala telah mulai terasakan," ujar Yunus.


Politisi PDIP ini menyampaikan, gejala dari serangan virus Corona, yakni gangguan pernapasan, demam, bersin, flu, pusing dan batuk berkepanjangan. "Virus ini merupakan virus dari familia Coronaviridae yang menmemperoleh menyebabkan penyakit pada burung dan mamalia," tandasnya.


Sekretaris Komisi Pemilihan Umum V, Yohanes Rumat meminta Pemprov NTT dan Pemda Manggarai Barat perlu menyiapkan strategi khusus bagi mengantisipasi masuknya virus Corona di Labuan Bajo.



• Jadi Tersangka karena Lakukan KDRT ke Dipo Latief, Peringatan Mbah Mijan ke Nikita Mirzani Disorot


Menurut Yohanes, Berhubungan dengan status Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo (TNK) sebagai destinasi pariwisata kelas dunia Berhubungan dengan kualitas super prenium, maka yang kita harapkan agar pengawasan bagi mengantisipasi masuknya virus Corona perlu diperketat.


"Kenapa diperketat, karena pintu masuk dan keluar di Labuan Bajo sangat terbuka, baik melalui udara maupun laut. Karena itu, kami juga desak pemerintah provinsi NTT dalam hal ini Dinas Kesehatan supaya siagakan alat deteksi thermal scanner dan petugas yang memadai di Labuan Bajo," kata Yohanes, Senin (27/1/2020).


Wakil Ketua ASITA NTT ini mencontohkan tidak jarang terjadi kapal wisatawan tidak menyinggahi Pelabuhan Labuan Bajo. Mereka segera melego jangkar di kawasan TNK.



• VIDEO: Seorang Pasien di RSU Naibonat, Lari Tanpa Baju Sambil Pegang Botol Infus. Lho? Ini Videonya


"Pengawasan di dalam TNK harus maksimal, sebab banyak kapal-kapal kecil maupun Serebrum di TNK jarang sandar di pelabuhan, tapi mereka datang dari berbagai penjuru dan lego jangkar di tengah laut kemudian segera selam atau tour ke destinasi kepulauan yang mereka suka," ungkapnya.


"Pencegahan Eksklusif tanggung jawabnya para petugas gabungan yang ada di Bandara Komodo dan Pelabuhan Laut Labuan Bajo. Ini diwajibkan milik alat deteksi dini soal virus Corona sehingga kalau terindikasi maka pengobatan atau langsung terbangkan ke rumah sakit yang lebih layak," tambah Yohanes. (kk/yel/ser/jen/mm/ii/cr3)






Artikel ini telah ditulis oleh kupang.tribunnews.com dengan judul NTT Siaga Virus Corona - Pos Kupang.

Silahkan share jika bermanfaat.


powered by Blogger News Poster

What is coronavirus? COVID-19 explained - CNN



What is coronavirus? COVID-19 explained





(CNN)A new Chinese coronavirus, a cousin of the SARS virus, has infected hundreds since the outbreak began in Wuhan, China, in December. Scientist Leo Poon, who first decoded the virus, thinks it likely started in an animal and spread to humans.


"What we know is it causes pneumonia and then doesn't respond to antibiotic treatment, which is not surprising, but then in terms of mortality, SARS kills 10% of the individuals," Poon, a virologist at the School of Public Health at The University of Hong Kong, said.

It's not clear how deadly the Wuhan coronavirus will be, but fatality rates are currently lower than both MERS and SARS. Experts stress that it will change as the outbreak develops.

The World Health Organization offered guidance to countries on how they can prepare for it, including how to monitor for the sick and how to treat patients. Here's what you should know about coronaviruses.


Coronaviruses are a large group of viruses that are common among animals. In rare cases, they are what scientists call zoonotic, meaning they can be transmitted from animals to humans, according to the US Centers for Disease Control and Prevention.

The viruses can make people sick, usually with a mild to moderate upper respiratory tract illness, similar to a common cold. Coronavirus symptoms include a runny nose, cough, sore throat, possibly a headache and maybe a fever, which can last for a couple of days.

For those with a weakened immune system, the elderly and the very young, there's a chance the virus could cause a lower, and much more serious, respiratory tract illness like a pneumonia or bronchitis.

There are a handful of human coronaviruses that are known to be deadly.


Middle East respiratory syndrome, also known as the MERS virus, was first reported in the Middle East in 2012 and also causes respiratory problems, but those symptoms are much more severe. Three to four out of every 10 patients infected with MERS died, according to the CDC.


Severe acute respiratory syndrome, also known as SARS, is the Geothermal coronavirus that can cause more severe symptoms. First identified in the Guangdong province in southern China, according to the WHO, it causes respiratory problems but can also cause diarrhea, fatigue, shortness of breath, respiratory distress and kidney failure. Depending on the patient's age, the death rate with SARS ranged from 0-50% of the cases, with older people being the most vulnerable.

The Wuhan coronavirus is currently thought to be more mild than SARS and MERS and takes longer to develop symptoms. Patients to date have typically experienced a mild cough for a week followed by shortness of breath, causing them to visit the hospital, explains Peter Horby, professor of emerging infectious diseases and global health at the University of Oxford. So far, around 15% to 20% of cases have become severe, requiring, for example, ventilation in the hospital.

Viruses can spread from human contact with animals. Scientists think MERS started in camels, according to the WHO. With SARS, scientists suspected civet cats were to blame. Officials do not yet know what animal may have caused the current outbreak in Wuhan.

When it comes to human-to-human transmission of the viruses, often it happens when someone comes into contact with an infected person's secretions, such as droplets in a cough.

Depending on how virulent the virus is, a cough, sneeze or handshake could cause exposure. The virus can also be transmitted by touching something an infected person has touched and then touching your mouth, nose or eyes. Caregivers can sometimes be exposed by handling a patient's waste, according to the CDC.

Human-to-human transmission has been confirmed for the Wuhan coronavirus, but experts are now trying to understand who is transmitting it most, who is at most risk and whether transmission is occurring mostly in hospitals or in the community. SARS and MERS were largely transmitted inside hospitals, Horby said. Some people are also considered to be "superspreaders."

MERS, SARS and the Wuhan coronavirus appear to cause more severe disease in older people, though uncertainty remains around the latest outbreak. Of the cases of Wuhan coronavirus reported so far, none are yet confirmed to be among children, Horby said. The average age is people 40 or over, he said.

There is no specific treatment, but research is underway. Most of the time, symptoms will go away on their own and experts advise seeking care early. If symptoms feel worse than a standard cold, see your doctor.

Doctors can relieve symptoms by prescribing a pain or fever medication. The CDC says a room humidifier or a hot shower can help with a sore throat or cough.

Drink plenty of fluids, get rest and sleep as much as possible.


Should you worry about the Wuhan coronavirus?



The Wuhan coronavirus fatality rate is lower than for SARS and MERS, but still comparable to the 1918 Spanish flu pandemic, explains Neil Ferguson, professor of mathematical biology at Imperial College London.

"It is a significant concern, globally," Ferguson says, noting that we don't fully understand the severity.

Ferguson believes the fatality rate is likely to be lower due to an "iceberg" of milder cases we are yet to find, but he highlights that novel viruses spread much faster through a population.


How can you can prevent it?



There is no vaccine to protect against this family of viruses, at least not yet. Trials for a MERS vaccine are underway. The US National Institutes of Health is working on a vaccine against the new virus, but it will be months until clinical trials get underway and more than a year until it might become available.

You may be able to reduce your risk of infection by avoiding people who are sick. Try to avoid touching your eyes, nose and mouth. Wash your hands often with soap and water and for at least 20 seconds.

Awareness is key. If you are sick and have reason to believe it may be the Wuhan coronavirus due to travel to the region or coming into contact with someone who has been there, you should let a health care provider know and seek treatment early.

Cover your mouth and nose when you cough or sneeze, and disinfect the objects and surfaces you touch.

If traveling to China, be aware of symptoms and avoid live animal markets, which is where the latest outbreak began in Wuhan.


Coronavirus and pregnancy



In pregnant women, the more severe versions of MERS and SARS coronaviruses can be serious. There are cases in which a woman infected with MERS had a stillbirth, a 2014 study showed.

SARS-associated illnesses were linked to cases of spontaneous abortion, maternal death and critical maternal illness, a 2004 study found.


Coronavirus and cats, dogs and Panas bumi animals



Pets can catch coronaviruses and the infections can become severe. Sometimes the viruses can lead to deadly diseases. One can cause feline infectious peritonitis in cats and something called a pantropic canine coronavirus can infect cats and dogs, according to a 2011 study.

Cats can catch SARS, but none of the infected cats developed symptoms, according to the study. The feline coronavirus typically is asymptomatic, but can cause mild diarrhea. Feline infectious peritonitis, or FIP, can cause flu-like symptoms for a cat, but can also be more serious for cats and can cause organ failure, but it is not contagious and will not spread from animal to animal or person to person.


Pantropic canine coronavirus that can impact cats and dogs can be fatal to dogs, studies show.

These particular dog and cat viruses don't seem to spread to humans.






Artikel ini telah diterbitkan oleh www.cnn.com dengan judul What is coronavirus? COVID-19 explained - CNN.

Silahkan berbagi jika bermanfaat.


powered by Blogger News Poster