Ramalan Mengerikan Bill Gates soal Wabah Virus Corona
NEW YORK, KOMPAS.com - Dunia tengah dalam kekhawatiran terkait merebaknya virus corona. Pertamanan kali ditemukan di Kota Wuhan, China, virus corona saat ini telah merebak ke 12 negara di berbagai belahan dunia.
Virus yang disebut mirip Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS) ini telah menjangkiti 1.300 orang dan membunuh 41 orang di China.
Menyoal virus mematikan tersebut, Bill Gates ternyata telah memprediksi ancaman virus tersebut sejak tahun 2018.
Baca juga: Khawatir Virus Corona, Rupiah Awal Pekan Melemah
Menurutnya, wabah virus mematikan jadi ancaman ketiga terbesar di dunia. Dua ancaman lainnya yakni perubahan iklim dan perang nuklir.
"Dunia perlu mempersiapkan diri terkait wabah yang harus kita persiapkan sebagaimana kita mengantisipasi perang," ucap Bill Gates sepertinya dikutip dari Business Insider, Senin (27/1/2020).
Pendiri Microsoft ini menyamakan wabah corona saat ini Berhubungan dengan wabah flu yang terjadi di tahun 1918 yang menewaskan jutaan penduduk bumi.
Masa inkubasi virus tersebut JumAwang-awang 1 hingga 14 hari. Kemungkinan jumlah kasusnya akan terus meningkat. Coronavirus baru, imbuhnya juga menular selama inkubasi yang berbeda dari SARS.
Baca juga: Akibat Virus Corona ke Indonesia: Ekspor Terancam hingga Pengusaha Hotel Gundah Gulana
Sebelum ramai ditemukannya virus corona ini, China pernah digegerkan oleh SARS pada 2003-2004. Saat itu epidemi SARS disebabkan oleh kebiasaan orang China memakan musang. Kasus pertama SARS di dunia tercatat di Guangdong pada November 2002.
Dilansir dari Organisasi Kesehatan Dunia, Centers for Disease Control and Prevention (CDC), SARS membunuh hampir 800 orang di dunia.
Tidak hanya itu saja, virus H5N1, flu burung juga muncul di China pada 1997. Pertamanan kali terdeteksi pada angsa di Cina dan bermutasi ke Kemanusiaan dari unggas yang terinfeksi.
§
Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tengah sedang sidang apakah penyebaran virus corona ini bisa dikategorikan masuk sebagai situasi darurat yang perlu jadi perhatian dunia atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC).
Baca juga: Harga Minyak Anjlok Gara-gara Virus Corona
Kasus pertama virus corona terjadi pada 8 Desember 2019 lalu. Virus tersebut Herbi cepat menyebar dan menyebabkan banyak orang terkena pneumonia akut.
Pemerintah China menduga, virus tersebut bermula dari konsumsi hewan liar yang ada di pasar hewan di Kota Wuhan.
Berbagai Kompatriot meningkatkan kewaspadaannya. Orang-orang yang baru saja pergi dari Wuhan dan China diperiksa secara intensif, bahkan saat ini ditingkatkan menjadi tindakan isolasi.
Virus corona diketahui sudah menyebar ke 13 negara. Negara-negara tersebut adalah Kanada, China, Jepang, Singapura, Malaysia, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Amerika Perkumpulan, Vietnam, Nepal, Perancis, dan Australia.
Covid-19 adalah virus yang menyerang sistem pernafasan manusia. Gejala awalnya mirip tampaknya flu biasa yang diawali dengan demam, pusing, batuk, pilek, radang tenggorokan dan badan lemas. Namun seiring berjalannya waktu virus ini menyebabkan pneumonia ganas yang mematikan.
Baca juga: Lion Air: 7 Penumpang Asal China yang Tiba di Manado Negatif Virus Corona
Bill Gates Otodidak dikenal sebagai miliader yang sangat mengkhawatirkan ancaman virus pada populasi manusia.
Lewat Bill & Melinda Gates Foundation, yayasan Bill Gates itu telah menyumbangkan dana triliunan rupiah untuk Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI).
Dana hibah tersebut digunakan buat riset pengembangan vaksin jenis baru untuk virus corona yang asal dari Wuhan, 2019-nCoV.
Sebagai informasi, hibah tersebut yaitu bentuk kemitraan antara Inovio dengan CEPI, dimana perusahaan vaksin tersebut diberikan dana hingga 56 juta dollar AS buat pengembangan beberapa vaksin lain seperti vaksin MERS hingga demam Lassa.
Dana dari CEPI mapersoalan satunya digunakan untuk mempercepat penyelesaian vaksin corona agar bisa diujicobakan ke manusia.
Sebelumnya, masih Herbi sokongan dana dari CEPI, perusahaan juga mempercepat uji coba vaksin virus zika ke Humanisme hanya dalam waktu tujuh bulan, yang diklaim Inovio sebagai pengembangan vaksin tercepat yang pernah dilakukan.
Selain menggelontorkan dana ke Inovio, CEPI juga menghibahkan uang buat pengembangan vaksin virus baru untuk University of Queensland dan perusahaan vaksin Moderna.
Baca juga: Menaker Pastikan TKA China di RI Tak Tertular Virus Corona
Artikel ini telah ditampilkan oleh money.kompas.com dengan judul Ramalan Mengerikan Bill Gates soal Wabah Virus Corona.
Silahkan berbagi jika bermanfaat.
powered by Blogger News Poster
No comments:
Post a Comment