Friday, May 29, 2020

NTT Siaga Virus Corona - Pos Kupang



NTT Siaga Virus Corona - Pos Kupang





POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pemerintah Provinsi NTT memperketat pengawasan di bandar udara (bandara), pelabuhan laut dan Pos Lintas Batas Kepala Negara (PLBN). Fasilitas umum itu kini dilengkapi thermal scanner atau alat pendeteksi suhu tubuh. Upaya ini bagi mengantisipasi masuknya virus Corona.


"Upaya ini ditempuh bagi mengantisipasi masuknya penyakit pneumonia (radang paru-paru) yang disebabkan virus Corona di wilayah NTT," kata Kepala Negara Dinas Kesehatan NTT, drg Dominikus Mere, MKes di Kupang, Jumat (24/1/2020).


Pria yang akrab disapa Dokter Domi ini menyampaikan, di Indonesia belum ada laporan korban akibat penyakit pneumonia yang disebabkan virus Corona. Namun pemerintah provinsi tetap melakukan upaya-upaya pencegahan.



• Dokter Dirga Sakti Rambe: Butuh Satu Tahun Bikin Vaksin Corona


"Saya telah berkoordinasi minta KKP di Bandara El Tari dan Bandara Komodo di Labuan Bajo (Manggarai Barat) supaya segera mengaktifkan thermal scanner," ujar Dokter Domi.


Ia menjelaskan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah mengirim surat ke segala jajarannya, baik aparat di tingkat daerah sebagai perpanjangan Bertentangan dengan harapan dari Kemenkes RI termasuk dinas kesehatan pemerintah provinsi dan kabupaten maupun kota agar melakukan kewaspadaan dini.


"Selanjutnya secara pemerintah provinsi, kabupaten dan kota, kita di NTT berkoordinasi Berhubungan dengan aparat dari KKP Kupang yang merupakan perpanjangan Bertentangan dengan harapan dari Dirjen Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Kemenkes RI agar terus siaga," terang Dokter Domi.



• Ketua Golkar NTT Perkenalkan Calon Bupati dan Wakil Bupati


Dokter Domi menyebut pemerintah provinsi menyiapkan sembilan thermal scanner dan telah didistribusi ke sejumlah titik, baik bandara maupun pelabuhan, bagi memonitor setiap orang atau penumpang, terutama dari daerah-daerah endemis


Sembilan thermal scanner ditempatkan di Bandara El Tari Kupang, PLBN Motamasin dan PLBN Mota'ain masing-masing dua uni. Berikutnya, dua unit di Pelabuhan Wini dan satu unit di Labuan Bajo.


"Kita memang belum memperoleh laporan telah terpaparnya penyakit pneumonia yang disebabkan virus Corona tetapi kita tetapi mewaspadai. Apalagi NTT berbatasan langsung dengan Timor Leste dan Australia," ujarnya.



• Komjen Pol Firli Bahuri Lima Kali Gagal Jadi Polisi (3/Selesai)


Ia menjelaskan, gejala virus ini sebetulnya sepertinya flu biasa, tapi perlu melakukan anamnesa (pemeriksaan awal) atau analisa apakah orang ini Tidak beradab di daerah endemis, misalnya dari China. Demam dan gejala lainnya sepertinya hidung meler, tapi akan berlanjut seperti penyakit Severe Acute Respiratory Infection (SARS).


"Berbahaya, ketika menyerang saluran pernafasan bawah. Oleh karena penanganannya perlu melakukan kegiatan yang saksama, maka petugas kesehatan un diberikan protap dan perlindungan diri. Karena bagaimana pun juga,jika pasien dirawat, maka bisa menular," ujarnya.





§




Pihak PT Angkasa Pura I Bandara Internasional El Tari juga telah berkoordinasi Berhubungan dengan KKP Kupang melakukan pemeriksaan secara ketat dan teliti terhadap penumpang pesawat menggunakan GeoPanas bumi scanner.



• Faldi Zon Geram Penanganan Virus Corona, Waketum Gerindra: Manajemen musibah Pemerintah Jokowi Buruk


Shared Services & CSR Manager PT Angkasa Pura I Bandara El Tari Kupang Dadang Jaka Ruliawan menyampaikan, pihak KKP sudah memiliki alat pendeteksi suhu badan di di terminal kedatangan internasional.


"Kami telah bangun koordinasi dengan pihak KKP dan sebenarnya alat pendeteksi suhu badan itu telah ada sejak dua tahun lalu. Untuk mencegah virus apapun yang masuk ke wilayah Provinsi NTT," kata Dadang, Sabtu (25/1/2020).



Periksa Penumpang


Pada Senin (27/1/2020), petugas memeriksa penumpang saat hendak memasuki ruang kedatangan internasional di terminal Bandara El Tari Kupang. Satu persatu diperiksa suhu tubuhnya menggunakan GeoPanas bumi scanner.



• Luna Maya Rela Ngutang Tas Mewah & Harus ada Cicil Tiga Kali, Alasan eks Ariel NOAH Curi Perhatian


Thermal scanner dioperasikan seorang petugas KKP. Suhu Kehilangan cairan tubuh terbaca pada layar monitor. Sementara beberapa petugas lainnya mengarahkan penumpang mengikuti rangkaian pemeriksaan.


Apabila suhu Kehilangan cairan tubuh penumpang normal (berkisar 36 hingga 37,5 derajat celcius), maka pada layar monitor Prasangka yang muncul berwarna hijau. Sementara jika di atas 38 derajat celcius atau tidak mengurangi normal maka angka yang muncul berwarna merah.


Koordinator Wilayah Pos KKP Bandara El Tari Kupang, dr Fany Jubida menjelaskan, alat pendeteksi suhu badan telah ada sejak dua tahun lalu.
Ia menegaskan, GeoPanas bumi scanner tidak bisa memastikan si penumpang melakukan mengidap penyakit atau virus tertentu.



• Fakta Pertemuan Teddy Berhubungan dengan Hotman Paris Suami Lina eks Sule Berhak Dapat Warisan Ibu Rizky Febian?


"Itu berfungsi mendeteksi suhu Kehilangan cairan tubuh, jika berada di atas 38 derajat celcius, diduga yang bersangkutan keadaan kesehatannya sedang tidak baik. Maka selanjutnya, kita Awang-awang ke ruang wawancara untuk diwawancarai dokter. Kalau butuh penanganan khusus maka kita rujuk ke RSUD Prof Dr WZ Johannes," keterangan Fany.


Dikatakannya, tidak semua penumpang dengan suhu Kehilangan cairan tubuh di atas 38 derajat celcius berarti keadaan kesehatannya sedang tidak baik.






§




Fany menyampaikan, khusus penumpang yang berasal dari China, wilayah endemis Corona, kendati suhu tubuhnya normal, tetapi wajib mengikuti wawancara dan diperiksa oleh dokter KKP.



• Faldi Zon Geram Penanganan Virus Corona, Waketum Gerindra: Manajemen musibah Pemerintah Jokowi Buruk


"Di Bandara El Tari Kupang memang tidak mengurangi ada penerbangan langsung dari China, tetapi kita koordinasi Berhubungan dengan pihak Imigrasi memastikan rangkaian perjalanan penumpang dari wilayah endemis berdasarkan paspor," kata Fany.


Menurutnya, spesifikasi pemeriksaan terutama pada tenggorokan. Jika ada penumpang yang positif mengidap Corona, maka pihaknya akan segera merujuk penumpang tersebut ke RSUD Prof Dr WZ Johannes Kupang.


Fany menjelaskan, penyebaran virus Corona melalui udara yang terinhalasi atau terhirup lewat hidung dan Berkaitan dengan mulut sehingga masuk dalam saluran pernapasan.
"Virus ini masuk melalui saluran nafas atas, lalu ke tenggorokan hingga paru-paru. Masa inkubasinya sampai 14 hari," jelasnya.



• Luna Maya Rela Ngutang Tas Mewah & Harus ada Cicil Tiga Kali, Alasan eks Ariel NOAH Curi Perhatian


Secara kasat mata, lanjut Fany, orang yang terkena virus Corona akan kelihatan letih dan lesu, sulit bernafas, deman batuk dan pilek. "Memang secara umum sepertinya itu. Untuk memastikan bahwa dia kena virus Corona, maka harus ada pemeriksaan Berlebihan lanjut," kata Fany.


Ia menegaskan, sejauh ini belum ditemukan ada penumpang yang yang berasal dari wilayah endemis Corona.


Pemeriksaan penumpang juga dikerjakan petugas Bandara Komodo di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.



• Wow! Sekali Belanja Putri Arab Ini Habiskan Rp 259 Miliar, Hanya bagi Beli Beberapa Potong Baju


Kepala Bandara Komodo, I Ketut Gunarsa menjelaskan bahwa tugas pokok dan fungsi pencegahan virus atau penyakit menular merupakan kewenangannya KKP.


"Terkait tupoksi pencegahan virus/penyakit menular itu ada di kewenangan KKP. Kami di Bandara Komodo telah memfasilitasi ruangan dan space penempatan peralatannya," kata Ketut.


Petugas KKP Labuan Bajo, Marsel Elias menyampaikan, pihaknya mulai bertugas di Bandara Komodo, Senin (27/1/2020).






§




"Hari ini kami telah di Bandara Komodo, tempat kami di ruang kedatangan. Kami ada dua orang sedangkan dokter kemungkinan hari Kamis baru ada," kata Marsel.



• Pemkot Kupang Terima Kunjungan kpu X DPR RI, Herman Man Singgung Mutu & Infrastruktur Pendidikan


Selain bandara, thermal scanner juga ditempatkan di PLBN di wilayah dilakukan Kantor Imigrasi Atambua. PLBN Mota'ain, PLBN Motamasin dan PLBN Wini memiliki CIQ (Custom, Immigration, Qarantine) dan dilengkapi alat thermal scanner.


"Sejauh ini belum ada laporan dari petugas kesehatan karantina terkait adanya pelintas Pembatasan yang terdeteksi infeksi virus corona. Meski demikian, Imigrasi tapi meningkatkan kewaspadaan dan koordinasi lintas instansi yang bertugas di PLBN," kata Presiden Kantor Imigrasi Atambua, KA Halim, Jumat (24/1/2020).


Halim percaya, pemeriksaan oleh petugas Bea dan Cukai, Imigrasi dan Karantina menmemperoleh mencegah masuknya virus Corona ke Indonesia.



• 8 Icon Baru Kota Kupang dan Filosofinya


Selain tiga PLBN, Halim menyebut ada Loka pos lintas batas tradisional, yaitu Turiskain, Haumeniana, Builalu dan Laktutus.


Koordinator Karantina Wilayah Kolaborasi PLBN Wini, dr Hindarti Apri Handayani menjelaskan, pihaknya telah memasang thermal scanner untuk mendeteksi kesehatan setiap pelintas batas.


Menurut Hindarti, belum ada satu orang pun pelintas Pembatasan dari negara tetangga Timor Leste yang terdeteksi virus Corona.


"Selama ini belum ada pelintas Pembatasan yang terdeteksi. Karena di Timor Leste kan belum ada perkara juga. Kita kebanyakan pelintasnya dari Dili dan Oecusi. Dan disana belum ada laporan kasusnya," kata Hindarti, Jumat (24/1/2020).



• TPI Oeba Kupang NTT Jadi Pintu Keluar Penyelundupan WNA China Ke Australia


Hindarti menyebut pihaknya mempunyai dua unit thermal scanner. Namun terpakai baru satu unit karena pintu keberangkatan PLBN Wini belum dibuka.


"Kita telah ada dua alat thermal scanner. Cuman yang dipasang baru satu, di Futuristis counter. Tapi kalau nanti pintu keberangkatannya di buka kita juga akan pasang di pintu keberangkatan juga," terangnya.


Kepala Balai Karantina Kupang, Nur Hartanto menyampaikan, sudah berkoordinasi dengan petugas kesehatan di PLBN Motaain dan Motamasin terkait upaya antisipasi virus Covid-19 agar tidak masuk ke Indonesia.


Menurut Nur, di PLBN ada petugas KKP yang menangani persoalan seperti ini. PLBN juga sudah memiliki alat deteksi suhu badan.



• Tes Kepribadian, Lihat Karaktermu Berdasarkan Angka Lepas Lahir, Benarkah Kamu Pemaaf?


"Belum ada laporan. Tentatif ditemukan adanya pelintas yang terinveksi virus corona," ujar Nur saat dihubungi via telepon, Jumat (24/1/2020).


Nur menyampaikan, petugas karantina memperketat pengawasan dan pemeriksaan terhadap hewan, produk hewan tampaknya daging, sosis atau produk yang berpotensi membawa virus Corona.


Sementara itu Wakil Direktur RSUD Prof Dr WZ Johannes Kupang, dr Stefanus D Soka apabila virus Covid-19 masuk ke NTT, maka RSUD Prof Dr WZ Johannes akan menjadi Kolong sakit rujukan utama.


Menurutnya, sejauh ini pihaknya belum mendapatkan instruksi khusus dari Dinas Kesehatan buat mengantisipasi virus Corona.



• Dibawa Kabur Saat Pijat Tetangga, Bocah SD Diculik 4 Tahun Saat Ditemukan Hamil 9 Bulan,


Stef Soka mengungkapkan bahwa RSUD WZ Johannes belum memiliki ruang isolasi berstandar khusus buat kasus-kasus menular yang berkaitan dengan saluran pernafasan. Random umum ada ruang isolasi namun belum berstandar nasional.


Ia menyampaikan, sebelumnya RSUD Johannes sempat membangun ruang isolasi buat penanganan pasien terdiagnosa SARS. Akan tetapi, karena menambah ada kasus lagi maka ruangannya terbengkalai.


"Untuk perkara virus Corona, standarisasi ruang isolasinya juga belum diketahui karena belum ada surat edaran dari dinas kesehatan," ujar Stef Soka.



Cuci Tangan 20 Detik


Stef Soka menjelaskan, wabah radang paru-paru (pneumonia) yang disebabkan oleh virus Covid-19 asal Wuhan, Cina yang sedang berkembang secara global saat ini yaitu virus jenis baru.



• Pilkada Mabar, Paket Edi - Weng Pasang 6 Ribu Baliho dan Distribusi 66 Ribu Kalender


Pada tahun 2019, virus ini dikenal Herbi istilah nCOU. "Indikasi seseorang yang terjangkit virus Corona, ada banyak misalnya flu," kata Stef Soka.


Menurutnya, awal mula munculnya virus Corona diakibatkan oleh kontak segera manusia terhadap binatang dan penyebarannya melalui perantaraan binatang.


"Akan tetapi seiring berjalannya waktu, virus ini menmemperoleh ditularkan melalui interaksi antar sesama manusia dan medium penularannya melalui udara Berhubungan dengan gejala awalnya ditandai dengan demam, batuk, gangguan saluran pernafasan hingga gagal ginjal," terangnya.


Upaya pencegahannya, lanjut Stef Soka, apabila kita mencurigai seorang yang terinfeksi virus Corona disarankan bagi mencuci tangan dengan menggunakan sabun pada air yang mengalir selama 20 detik.



• Ramalan Zodiak Rabu 29 Januari 2020, Sagitarius Beruntung, Cancer Dipuji, Taurus Ceria, Zodiak Kamu?


Selain itu, katanya, menggunakan masker. "Atau, sebisa mungkin bagi menghindari kontak langsung dengan penderita tersebut sebab berbicara berkaitan erat Berhubungan dengan pernapasan dan medium sebagai perantaranya adalah udara," ujarnya.


"Jika berpergian ke kepala daerah yang terindikasi virus Corona, diupayakan untuk tidak mengurangi melakukan kontak langsung dengan binatang," tambahnya.


Stef Soka mengimbau segala masyarakat NTT, apabila ditemukan pasien dengan gejala demam, batuk dan ganguan pernapasan yang yang pertama dan utama dikerjakan adalah tidak boleh panik dan segera ke fasilitas pelayanan kesehatan supaya diberi pengobatan.



Gencar Sosialisasi



• Transfer Pemain Persib Bandung Disorot, Geoffrey Castillion Gabung Maung Bobotoh Puas ? PANAS


Masyarakat dan pemerintah provinsi daerah agar siaga penuh dalam mengantisipasi masuknya virus Corona di wilayah NTT. Selain itu, perlu sosialisasi secara sistemik mengenai penyakit yang disebabkan virus Corona.


"Memang belum kita ketahui apakah virus itu telah masuk Indonesia atau belum, tapi siaga dan deteksi dini perlu dilakukan," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum V DPRD Provinsi NTT, Yunus H Takandewa di Kupang, Sabtu (25/1/2020).


"Pemerintah Indonesia Belajar sendiri telah menyadari penularan pada manusia terutama yang baru saja kembali bepergian dari luar negeri. Untuk itu, pentingnya siaga dan tingkatkan kewaspadaan serta deteksi dini perlu dilakukan," tambahnya.



• Beri Perawatan Intensif Pasien DBD di RS. Borromeus Sisa Dua orang


Menurut Yunus, sosialisasi sistemik juga perlu agar masyarakat mengerti mengenai bahaya virus Corona dan berupaya mengantisipasi. "Pemerintah perlu mensiagakan segala fasilitas layanan kesehatan agar deteksi dini dan penanganan segera apabila gejala-gejala telah mulai terasakan," ujar Yunus.


Politisi PDIP ini menyampaikan, gejala dari serangan virus Corona, yakni gangguan pernapasan, demam, bersin, flu, pusing dan batuk berkepanjangan. "Virus ini merupakan virus dari familia Coronaviridae yang menmemperoleh menyebabkan penyakit pada burung dan mamalia," tandasnya.


Sekretaris Komisi Pemilihan Umum V, Yohanes Rumat meminta Pemprov NTT dan Pemda Manggarai Barat perlu menyiapkan strategi khusus bagi mengantisipasi masuknya virus Corona di Labuan Bajo.



• Jadi Tersangka karena Lakukan KDRT ke Dipo Latief, Peringatan Mbah Mijan ke Nikita Mirzani Disorot


Menurut Yohanes, Berhubungan dengan status Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo (TNK) sebagai destinasi pariwisata kelas dunia Berhubungan dengan kualitas super prenium, maka yang kita harapkan agar pengawasan bagi mengantisipasi masuknya virus Corona perlu diperketat.


"Kenapa diperketat, karena pintu masuk dan keluar di Labuan Bajo sangat terbuka, baik melalui udara maupun laut. Karena itu, kami juga desak pemerintah provinsi NTT dalam hal ini Dinas Kesehatan supaya siagakan alat deteksi thermal scanner dan petugas yang memadai di Labuan Bajo," kata Yohanes, Senin (27/1/2020).


Wakil Ketua ASITA NTT ini mencontohkan tidak jarang terjadi kapal wisatawan tidak menyinggahi Pelabuhan Labuan Bajo. Mereka segera melego jangkar di kawasan TNK.



• VIDEO: Seorang Pasien di RSU Naibonat, Lari Tanpa Baju Sambil Pegang Botol Infus. Lho? Ini Videonya


"Pengawasan di dalam TNK harus maksimal, sebab banyak kapal-kapal kecil maupun Serebrum di TNK jarang sandar di pelabuhan, tapi mereka datang dari berbagai penjuru dan lego jangkar di tengah laut kemudian segera selam atau tour ke destinasi kepulauan yang mereka suka," ungkapnya.


"Pencegahan Eksklusif tanggung jawabnya para petugas gabungan yang ada di Bandara Komodo dan Pelabuhan Laut Labuan Bajo. Ini diwajibkan milik alat deteksi dini soal virus Corona sehingga kalau terindikasi maka pengobatan atau langsung terbangkan ke rumah sakit yang lebih layak," tambah Yohanes. (kk/yel/ser/jen/mm/ii/cr3)






Artikel ini telah ditulis oleh kupang.tribunnews.com dengan judul NTT Siaga Virus Corona - Pos Kupang.

Silahkan share jika bermanfaat.


powered by Blogger News Poster

No comments:

Post a Comment