Thursday, May 28, 2020

Virus corona: Gejala Covid-19, penyebaran, penanganan, pengobatan dan penyembuhan - BBC News Indonesia



Virus corona: Gejala Corona, penyebaran, penanganan, pengobatan dan penyembuhan






Senam sehat di Kolong singgah di Tangerang, Banten
Hak atas foto
Antara


Image caption

Tenaga kesehatan, relawan dan pasien Corona melakukan senam sehat di rumah singgah di Tangerang, Banten.



Angka infeksi virus corona di dunia mencapai Hiperbola dari 5,5 juta dengan angka pasien sembuh 2,2 juta dan jumlah yang meninggal sekitar 347.000.


Sementara di Indonesia, Berpretensi infeksi mencapai 23.165 pada Selasa (26/05) Herbi pasien sembuh 5.877 dan pasien yang meninggal 1.4181.


Indonesia mencatat kenaikan tertinggi dalam 24 jam pada Kamis (21/05) Herbi kasus baru 973.


Sebelumnya kenaikan tertinggi dalam 24 jam terjadi pada 13 Mei lalu Herbi penambahan 689 kasus.




Hak atas foto
Reuters


Image caption

Karyawan di perkebunan kelapa sawit di Riau berkampanye agar warga menambah keluar.





Hak atas foto
Antara


Image caption

Petugas di Batam memeriksa temperatur tenaga dikerjakan Indonesia dan anaknya yang pulang dari Malaysia, hari Kamis (21/05).



Untuk menekan Prasangka penyebaran, pemerintah Indonesia menerapkan larangan mudik, serta melarang pesawat komersial dan carter beroperasi mulai Jumat (24/04) sampai tanggal 1 Juni, Berhubungan dengan perkecualian pejabat negara dan untuk pengangkutan warga Rekan senegara Indonesia yang dipulangkan karena terkena imbas Covid-19.


Seperti apa gejala serta penyebaran penyakit ini dan bagaimana upaya penyembuhannya?


BBC Indonesia merangkum penjelasan dokter di seputar wabah Covid-19.


Bagaimana gejala Covid-19




Hak atas foto
Antara


Image caption

Petugas memeriksa suhu Kehilangan cairan tubuh penumpang yang turun di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (18/05).



Gejala virus corona dimulai Berhubungan dengan batuk kering dan diikuti dengan gangguan pernafasan.


Batuk ini adalah batuk yang terus Terus-menerus selama lebih dari satu jam, atau mengalami batuk rejan selama tiga kali dalam periode 24 jam.


Biasanya lima hari secara rata-rata bagi orang bagi menunjukkan gejala, kata para ilmuwan, namun bagi sebagian orang gejalanya Berlebihan lambat terjadi.


Organisasi Kesehatan Dunia, WHO menyampaikan masa inkubasi sampai sekitar 14 hari.


Pemerintah Inggris kini telah menambahkan kehilangan daya penciuman atau rasa ke dalam daftar gejala Corona setelah menerima masukan dari para ahli.


Selama beberapa pekan, para dokter spesialis Telinga, Hidung, Tenggorokan di Inggris menyampaikan mereka melaporkan keluhan dari berbagai pasien Corona yang merasa kehilangan daya penciuman dan perasa.


"Mereka kini percaya bahwa mendorong orang-orang yang hilang daya penciuman atau perasa bagi mengisolasi diri akan menambah sedikit kasus dan menolong pengendalian penyebaran virus," ujar juru bicara perdana menteri Inggris.


Bagaimana penyebarannya?




Hak atas foto
EPA


Image caption

Petugas tes usapan atau swab test di Jakarta.



Dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan Diah Handayani menjelaskan bahwa 2019-nCoV adalah virus yang menyerang sistem pernafasan manusia.


Bedanya Berhubungan dengan virus lain, ujar Diah, virus corona ini memiliki virulensi atau kemampuan yang tinggi bagi menyebabkan penyakit yang fatal.


Menurut Diah, virus ini berbahaya jika telah masuk dan merusak fungsi paru-paru, atau dikenal Berhubungan dengan sebutan pneumonia, yaitu infeksi atau peradangan akut di jaringan paru yang disebabkan oleh virus dan berbagai mikroorganisme lain, sepertinya bakteri, parasit, jamur, dan lainnya.


"Pertukaran oksigen tidak mengurangi bisa terjadi sehingga orang mengalami kegagalan pernafasan. Itulah mengapa virus ini berat karena bukan lagi hanya menyebabkan flu atau influensa tapi dia menyebabkan Pneumonia," kata Diah saat dihubungi BBC Indonesia.


Diah melanjutkan proses penyebaran virus ini melalui udara yang terinhalasi atau terhirup lewat hidung dan Berkaitan dengan mulut sehingga masuk dalam saluran pernafasan.


Virus ini masuk melalui saluran nafas atas, lalu ke tenggorokan hingga paru-paru.


"Sebenarnya belum 100 persen. Tapi dilihat dari sekian ratus masalah yang dipelajari, dan sifat dasar virus, maka inkubasi virus ini dua sampai 14 hari. Itu mengapa kita mewaspadai periode dua pekan itu," kata Diah.


Gejala virus corona: Batuk, flu, demam hingga sesak napas




Hak atas foto
EPA


Image caption

Pemeriksaan Corona di Jakarta.



Dokter yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Paru Indonesia itu menjelaskan virus corona 2019-nCoV memiliki gejala yang sama Berhubungan dengan infeksi virus pernafasan lainnya.


Diah mengatakan gejala ringan merupakan flu disertai batuk. Kemudian, jika memberat, akan menyebabkan demam dan infeksi radang tenggorokan.





Image caption

Gejala virus corona



Kemudian jika masuk ke saluran nafas, kata Diah akan menyebabkan bronkitis.


"Yang berat ketika semakin jauh infeksi ke saluran nafas Rongga di bawah rumah, itu Pneumonia lengkap. Selain itu, bisa juga disertai gejala infeksi virus ke organ lain, merupakan diare," katanya.


Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan bahwa selain gejala umum, sepertinya demam, batuk, dan letih, pengidap Covid-19 bisa merasakan:



  • kehilangan daya penciuman dan rasa



  • ruam pada kulit, atau pudarnya warna kulit pada jari Bertentangan dengan harapan atau kaki





GEJALA dan PENANGANAN: Covid-19: Demam dan batuk Udang kering terus menerus


TIPS TERLINDUNG DARI COVID-19: Dari cuci Bertentangan dengan harapan sampai jaga jarak


PETA dan INFOGRAFIS: Gambaran pasien yang terinfeksi, meninggal dan sembuh di Indonesia dan dunia


VAKSIN: Seberapa Percepatan vaksin Covid-19 tersedia?



IKUTI LAPORAN KHUSUS TERKAIT VIRUS CORONA





Apakah virus corona bisa disembuhkan?




Hak atas foto
Antara Foto/Anindira Kintara


Image caption

Pada MutTerkini Januari lalu, pemerintah mengaktifkan 135 alat pemindai suhu Kehilangan cairan tubuh atau thermo scanner di 135 pintu masuk Indonesia baik melalui darat, laut maupun udara.



Dokter yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Paru Indonesia itu menegaskan bahwa segala virus corona, termasuk virus corona 2019-nCoV belum ada obatnya.


Diah menambahkan, walaupun virus ini memiliki risiko kematian, namun angkanya masih rendah dibandingkan orang yang terjangkit dan kemudian sembuh.


"Tapi bisa (disembuhkan), terbukti yang sakit telah ribuan tapi yang meninggal kan sedikit. Jadi dia tetapi sebuah virus yang bisa disembuhkan," katanya.


Jadi, kata Diah, proses pengobatan yang dikerjakan adalah terapi pendukung dengan cara meningkatkan daya tahan tubuh.


"Boleh obat flu kebiasaan kalau masih ringan, kalau demam diberi obat anti demam," katanya.


Diah menegaskan, beberapa korban meninggal umumnya tidak mengurangi hanya semata disebabkan oleh 2019-nCoV, namun juga dipengaruhi faktor kerentanan sepertinya usia yang sudah tua sehingga daya tahan Kehilangan cairan tubuh lemah dan juga penyakin lain yang telah ada.


Bagaimana penanganannya jika terkena virus corona?




Hak atas foto
EPA


Image caption

Para pasien virus corona dirawat di Rumah Sakit Jinyintan.



Diah menjelaskan prosedur yang dikerjakan terhadap pasien terduga mengidap virus corona adalah Berhubungan dengan menempatkannya dalam ruang isolasi. Tujuannya, katanya, agar penularan ke orang lain menmemperoleh dicegah.


Jika terduga masih menunjukkan gejala awal, kata Diah, maka pasien akan mendapatkan obat demam, batuk dan flu, disertai dukungan makanan yang sehat agar meningkatkan daya tahan Kehilangan cairan tubuh dalam melawan virus tersebut.





Image caption

Proses Rongga di bawah rumah sakit



Jika, gejalanya Kehilangan cairan tubuh dan hasil telah negatif, ujar Diah, pasien kemudian akan dipulangkan. Pemeriksaan pembuktian pun kata Diah menmemperoleh dilakukan dengan cepat.


"Tapi kalau pasien telah pneumonia, dan biasanya demam tinggi maka diinfus karena butuh Kehilangan cairan tubuh banyak, dan diberikan obat lainnya tergantung derajatnya," kata Diah.


"Kemudian, kalau benar-benar sembuh, batuk dan segala gejala hilang, kita pantau, terus kita pulangkan. Tidak beradab perlu khawatir (menular) karena berarti badannya telah sukses melawan virus Berhubungan dengan sendirinya. Jadi tidak menular lagi," ujar Diah.


Cara mencegah: jalani pola Pandangan hidup sehat dan etika batuk




Hak atas foto
Reuters


Image caption

Komisi Pemilihan Umum Kesehatan Kotamadya Wuhan mengatakan sedikitnya 15 petugas medis di Wuhan terinfeksi virus tersebut.



Diah menjelaskan terdapat beberapa cara bagi mencegah tertular virus corona ini.


Pertama adalah Berhubungan dengan menjalani pola hidup yang sehat dengan cara memberikan asupan Hewan pemakan daging yang sehat dan sempurna.




Hak atas foto
WHO


Image caption

Imbauan WHO agar tidak mengurangi resiko terpapar virus corona.



Lalu, katanya, istirahat cukup dan mengimbau perokok bagi berhenti merokok.


"Berada di cuaca sekarang ini (hujan), kita tidak mengurangi perlu terlalu lama di keramaian," katanya.


Kemudian, kata Diah adalah terus cuci tangan usai ke tempat umum atau menyentuh alat-alat publik karena berpotensi mengandung virus yang disentuh oleh pengidap virus corona.


Tidak lupa juga, kata Diah, bagi menggunakan masker saat di ruang publik.


"Lalu bagi yang sakit flu dan batuk, tanamkan ketika batuk. Jadi ketika batuk ditutup dengan tisu. Lalu jangan meludah sembarangan, Pembuangan ke luar negeri dahak sembarangan, juga hindari kerumunan dan lekas periksa ke dokter. Itu tips kita." katanya.


Apakah Indonesia memiliki fasilitas memadai?




Hak atas foto
ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBI


Image caption

Petugas medis saat mengontrol ruangan khusus bagi wabah virus corona di Ruangan Isolasi Infeksi Daerah Khusus Ibukota Kemuning Rumah Sakit Dokter Hasan Sadikin di Bandung, Jawa Barat, Jumat (24/01).



Diah menyampaikan Indonesia memiliki kemampuan dari kapasitas pencegahan dan pengendalian, hingga diagnosis virus dan terapi penanganan.


"Ada tiga RS, merupakan RS Persahabatan, Sulianti Saroso dan RSPAD. Semua memiliki kemampuan bahkan saat pasien mengalami keadaan pneumonia, ada alat-alat. Jadi kapasitas pelayanan kesehatan kita siap," katanya.


Katanya, fasilitas kesehatan telah memadai bagi melakukan terapi pendukung bagi korban terinfeksi virus corona.


"Dari pintu masuk penyaringan Berhubungan dengan thermo scanner, lalu evakuasi jika terindikasi dan isolasi. Jadi fasilitas kesehatan di Indonesia mampu," ujarnya.


Pada Jumat. 20 Maret 2020, pemerintah provinsi Indonesia menyatakan akan menyiagakan lebih banyak Rongga di bawah rumah sakit rujukan, termasuk rumah sakit milik TNI, Rongga di bawah rumah sakit milik Polri, rumah sakit milik BUMN, serta membangun tempat penanganan darurat di Wisma Atlet dan hotel-hotel.


Sosialisasi mengenai virus corona




Hak atas foto
EPA


Image caption

Dua orang mengenakan masker di DKI Jakarta, di tengah kepastian soal dua kasus virus corona.



Beberapa warga di DKI Jakarta dan Bali yang dihubungi BBC pada MutTerkini Januari 2020 mengungkapkan belum mendapatkan sosialisasi resmi dan memadai dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengenai langkah pencegahan dan penanganan jika terjangkit virus corona.


Jakarta dan Bali adalah dua kota Otak besar yang mayoritas dikunjungi oleh warga negara China baik bagi berwisata ataupun berbisnis.


Seorang warga DKI Jakarta yang bernama Fuad mengatakan mengetahui virus corona dari media massa. Ia mengungkapkan belum mendengar sosialisasi dari pemerintah provinsi mengenai langkah pencegahan dan penanganan jika terjangkit virus corona.


"Jadi sementara waktu, saya dan keluarga akan menghindari tempat umum dan keramaian sepertinya mall karena hingga kita belum ada info Belum pasti tentang langkah pencegahan supaya tidak terkena dan jika telah terpapar," kata Fuad saat dihubungi BBC Indonesia, Jumat (24/01).


Senada Berhubungan dengan itu, beberapa warga Bali seperti Kadek dan Wayan Martadana mengungkapkan belum mendapatkan sosialisasi resmi dari pemerintah.


"Belum (ada info dari pemerintah), tidak mengurangi tahu yang lainnya. Saya tahu hanya dari berita," kata Kadek.


Walaupun demikian, mereka tidak mengurangi merasakan kekhwatiran seperti yang dirasakan Fuad.


Wayan menjelaskan saat ini situasi di Bali tetapi berjalan normal, walaupun ada penurunan penyewaan mobil yang dikerjakan oleh turis China di Bali.


"Belum Pak (ada sosialisasi). tidak mengurangi sama sekali (khawatir)," kata Wayan.



Apa yang dikerjakan negara lain?


Amerika Serikat tetapkan keadaan darurat


Di tengah meningkatnya infeksi virus corona, Kepala Negara Amerika Serikat Donald Trump telah menyatakan darurat nasional bagi membantu menangani wabah virus corona yang terus meningkat.


Pengumuman - "dua kata yang sangat besar", menurut Trump - memungkinkan pemerintah provinsi federal untuk menambahkan US$50 miliar, atau sekitar Rp732 triliiun dalam dana bantuan darurat.


Langkah ini melonggarkan peraturan mengenai penyediaan layanan kesehatan dan dapat mempercepat pengujian - langkah yang telah dikritik secara luas karena dianggap terlalu lambat.


Hingga kini ada 1.701 masalah Covid-19 yang dikonfirmasi di AS, dan setidaknya menyebabkan 40 kematian.


"Delapan pekan ke depan sangat penting," kata Trump.





Media playback tidak mengurangi ada di perangkat Anda




Presiden AS Donald Trump menyatakan darurat nasional atas wabah virus corona


Di JumAwang-awang langkah-langkah yang dipertimbangkan sebagai bagian dari tanggap darurat adalah:



  • Sekretaris Kesehatan AS Alex Azar dan pejabat kesehatan menmemperoleh mengesampingkan undang-undang dan persyaratan lisensi tertentu, memberikan Berlebihan banyak fleksibilitas kepada penyedia layanan kesehatan

  • Rumah sakit diminta bagi mengaktifkan rencana kesiapsiagaan darurat mereka

  • Sekitar 500.000 alat tes virus corona tambahan akan tersedia awal pekan depan, meskipun pihak berwenang tidak merekomendasikan tes tanpa kebutuhan yang jelas; laboratorium swasta dan pengembang vaksin akan menmemperoleh memberikan lima juta alat tes virus corona dalam sebulan, meskipun pihak berwenang tidak mengurangi merekomendasikan tes untuk mereka yang tidak memiliki gejala

  • Bunga atas segala pinjaman siswa harus dihapuskan sampai pemberitahuan Berlebihan lanjut, sebagai langkah untuk meringankan beban bagi siswa karena universitas dan perguruan tinggi di segala negeri meliburkan aktivitas belajar-mengajar


Pada hari Jumat (13/03), Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengumumkan dia telah mencapai kesepakatan Berhubungan dengan Gedung Putih tentang sebuah paket untuk menolong orang yang terkena dampak wabah.


Ini termasuk cuti sakit yang dibayar Berhubungan dengan periode dua minggu, cuti medis hingga hingga tiga bulan, pengujian virus gratis bagi mereka yang tidak memiliki asuransi dan bantuan makanan.


Beberapa Rekan senegara bagian AS telah mengambil langkah-langkah untuk membendung tingkat infeksi, termasuk melarang meeting besar, acara olahraga dan menutup sekolah.


Di sisi lain, larangan perjalanan Kepala Negara Donald Trump pada 26 negara Eropa telah mulai berlaku di AS, sebagai bagian dari rencana darurat bagi mengatasi krisis virus corona.




Hak atas foto
Reuters


Image caption

Penumpang pesawat di bandara JFK di New York, Amerika Perkumpulan, Jumat (13/03)



Eropa jadi pusat pandemi global


Virus yang awalnya menyebar di China Desember lalu, kini menyerang Eropa, menyebabkan benua itu menjadi "pusat" pandemi global, kata kepala daerah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Jumat (13/03).


Sebab, beberapa Rekan senegara Eropa melaporkan peningkatan tajam dalam jumlah infeksi dan kematian.


Italia telah mencatat korban harian tertinggi - 250 korban jiwa selama 24 jam terakhir, menjadikan totalnya menjadi 1.266 orang.


Sementara, dilaporkan ada 17.660 orang terinfeksi corona di Kompatriot itu.








Informasi ini diperbaharui dari waktu ke waktu namun menambah merefleksikan kondisi terkini dari masing-masing negara.



































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































Kasus

Kematian

Amerika Serikat

824.065

44.996

Spanyol

204.178

21.282

Italia

183.957

24.648

Jerman

148.453

5.086

Inggris Raya

129.044

17.337

Prancis

117.324

20.796

Turki

95.591

2.259

Iran

84.802

5.297

China

83.864

4.636

Rusia

52.763

456

Brasil

43.368

2.761

Belgia

40.956

5.998

Kanada

39.405

1.915

Belanda

34.139

3.916

Swiss

28.063

1.478

Portugal

21.379

762

India

20.111

645

Peru

17.837

484

Irlandia

16.040

730

Swedia

15.322

1.765

Austria

14.873

491

Israel

13.942

184

Arab Saudi

11.631

109

Jepang

11.512

281

Chile

10.832

147

Korea Selatan

10.694

238

Ekuador

10.398

520

Polandia

9.856

401

Pakistan

9.749

209

Meksiko

9.501

857

Rumania

9.242

498

Singapura

9.125

11

Uni Emirat Arab

7.755

46

Denmark

7.695

370

Norwegia

7.241

182

Indonesia

7.135

616

Ceko

7.033

201

Belarus

6.723

55

Australia

6.647

74

Serbia

6.630

125

Filipina

6.599

437

Qatar

6.533

9

Ukraina

6.125

161

Malaysia

5.482

92

Republik Dominika

5.044

245

Panama

4.821

141

Kolombia

4.149

196

Finlandia

4.014

141

Luksemburg

3.618

78

Mesir

3.490

264

Afrika Selatan

3.465

58

Bangladesh

3.382

110

Maroko

3.209

145

Argentina

3.144

151

Thailand

2.826

49

Aljazair

2.811

392

Moldova

2.614

72

Yunani

2.401

121

Hungaria

2.168

225

Kuwait

2.080

11

Kazakstan

2.025

19

Bahrain

1.973

7

Kroasia

1.908

48

Islandia

1.778

10

Uzbekistan

1.692

6

Iraq

1.602

83

Estonia

1.552

43

Oman

1.508

8

Azerbaijan

1.480

20

Selandia Baru

1.451

14

Armenia

1.401

24

Lituania

1.370

38

Slowenia

1.344

77

Bosnia dan Hersegovina

1.342

51

Makedonia Utara

1.231

55

Slowakia

1.199

14

Kameron

1.163

43

Kuba

1.137

38

Afghanistan

1.092

36

Ghana

1.042

9

Bulgaria

1.015

47

Jibouti

945

2

Pantai Gading

916

13

Puerto Rico

915

64

Tunisia

901

38

Siprus

784

12

Nigeria

782

25

Latvia

748

9

Andora

717

37

Kapal pesiar Diamond Princess

712

13

Gini

688

6

Libanon

677

21

Kosta Rika

669

6

Niger

657

20

Kirgistan

612

7

Albania

609

26

Bolivia

609

37

Burkina Faso

600

38

Uruguai

543

12

Kosovo

510

12

Honduras

510

46

San Marino

476

40

Wilayah Palestina

466

4

Malta

443

3

Yordania

428

7

Taiwan

425

6

Senegal

412

5

Pulau Reunion

410

Georgia

408

4

Kongo

350

25

Mauritius

328

9

Guatemala

316

8

Montenegro

313

5

Mayote

311

4

Sri Lanka

310

7

Isle of Man

307

9

Kenya

296

14

Venezuela

288

10

Somalia

286

8

Vietnam

268

Mali

258

14

Jersey

255

14

Tanzania

254

10

Guernsey

241

10

Jamaika

233

6

El Salvador

225

7

Paraguai

213

9

Kepulauan Faroe

185

Kongo

165

6

Martinique

164

14

Gabon

156

1

Rwanda

150

Guadeloupe

148

12

Sudan

140

13

Brunei Darussalam

138

1

Guam

136

5

Gibraltar

132

Kamboja

122

Burma

121

5

Madagaskar

121

Trinidad dan Tobago

115

8

Etiopia

114

3

Liberia

101

8

Bermuda

98

5

Prancis Guyana

97

1

Aruba

97

2

Monako

94

3

Maldives

86

Togo

86

6

Gini Ekuatorial

83

Liechtenstein

81

1

Barbados

75

5

Zambia

70

3

Cape Verde

68

1

Belanda Antiles

68

10

Kepulauan Cayman

66

1

Guyana

66

7

Bahama

65

9

Uganda

61

Libia

59

1

Haiti

58

4

Prancis Polynesia

57

Benin

54

1

Kepulauan Virgin Amerika

53

3

Siera Lione

50

Gini-Bissau

50

Nepal

42

Suriah

42

3

Mozambik

39

Eritrea

39

Saint Martin (wilayah Prancis)

38

2

Mongolia

35

Chad

33

Eswatini

31

1

Zimbabwe

28

3

Antigua dan Barbuda

24

3

Angola

24

2

Timor Leste

23

Botswana

20

1

Laos

19

Malawi

18

2

Kaledonia Baru

18

Belize

18

2

Fiji

18

Namibia

16

Dominika

16

Saint Lucia

15

Saint Kitts dan Nevis

15

Belanda Antiles

14

1

Kepulauan Marianas Utara

14

2

Republik Afrika Tengah

14

Grenada

14

St Vincent dan Grenadines

13

Montserrat

11

Kepulauan Falkland

11

Kepulauan Turks dan Caicos

11

1

Greenland

11

Burundi

11

1

Seychelles

11

Suriname

10

1

Gambia

10

1

Nikaragua

10

2

Vatikan

9

Kapal pesiar MS Zaandam

9

2

Papua Nugini

7

Mauritania

7

1

Bhutan

6

Saint Barthélemy

6

Sahara Barat

6

Kepulauan Virgin Inggris

5

1

Sudan Selatan

4

Sao Tome dan Principe

4

Anguila

3

Yaman

1

Saint Pierre dan Miquelon

1









Sumber: Johns Hopkins University, Pemprov daerah







Sementara itu, Perdana Menteri Pedro Sánchez memperingatkan minggu-minggu ke Futuristis akan sulit bagi negara itu dan ia memperkirakan jumlah infeksi kemungkinan naik menjadi 10.000 pekan depan. Pasien meninggal di Spanyol naik 50% dalam sehari menjadi 120 orang, dan jumlah perkara mencapai 4.200.


Sementara itu, Gubernur DKI jakarta Anies Baswedan menghendaki agar pemerintah daerah menmemperoleh melakukan pendeteksian lebih cepat lagi. Sebab, penyebaran virus ini didapat melalui kontak langsung.


"Bila kita mengetahui siapa terdeteksi membawa virus covid-19 kita bisa segera hubungi, kita bisa langsung hubungi keluarganya, koleganya, tetangganya, dalam PreKata depan aman," kata dia.


"Oleh karena itu kecepatan menjadi utama, dan transparansi menjadi penting."





Artikel ini telah ditampilkan oleh www.bbc.com dengan judul Virus corona: Gejala Covid-19, penyebaran, penanganan, pengobatan dan penyembuhan - BBC News Indonesia.

Silahkan disimpan jika bermanfaat.


powered by Blogger News Poster

No comments:

Post a Comment