Virus corona: Gejala Corona, penyebaran, penanganan, pengobatan dan penyembuhan

Hak atas foto
Antara
Image caption
Tenaga kesehatan, relawan dan pasien Corona melakukan senam sehat di rumah singgah di Tangerang, Banten.
Angka infeksi virus corona di dunia mencapai Hiperbola dari 5,5 juta dengan angka pasien sembuh 2,2 juta dan jumlah yang meninggal sekitar 347.000.
Sementara di Indonesia, Berpretensi infeksi mencapai 23.165 pada Selasa (26/05) Herbi pasien sembuh 5.877 dan pasien yang meninggal 1.4181.
Indonesia mencatat kenaikan tertinggi dalam 24 jam pada Kamis (21/05) Herbi kasus baru 973.
Sebelumnya kenaikan tertinggi dalam 24 jam terjadi pada 13 Mei lalu Herbi penambahan 689 kasus.
Hak atas foto
Reuters
Image caption
Karyawan di perkebunan kelapa sawit di Riau berkampanye agar warga menambah keluar.
Hak atas foto
Antara
Image caption
Petugas di Batam memeriksa temperatur tenaga dikerjakan Indonesia dan anaknya yang pulang dari Malaysia, hari Kamis (21/05).
Untuk menekan Prasangka penyebaran, pemerintah Indonesia menerapkan larangan mudik, serta melarang pesawat komersial dan carter beroperasi mulai Jumat (24/04) sampai tanggal 1 Juni, Berhubungan dengan perkecualian pejabat negara dan untuk pengangkutan warga Rekan senegara Indonesia yang dipulangkan karena terkena imbas Covid-19.
Seperti apa gejala serta penyebaran penyakit ini dan bagaimana upaya penyembuhannya?
BBC Indonesia merangkum penjelasan dokter di seputar wabah Covid-19.
Bagaimana gejala Covid-19
Hak atas foto
Antara
Image caption
Petugas memeriksa suhu Kehilangan cairan tubuh penumpang yang turun di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (18/05).
Gejala virus corona dimulai Berhubungan dengan batuk kering dan diikuti dengan gangguan pernafasan.
Batuk ini adalah batuk yang terus Terus-menerus selama lebih dari satu jam, atau mengalami batuk rejan selama tiga kali dalam periode 24 jam.
Biasanya lima hari secara rata-rata bagi orang bagi menunjukkan gejala, kata para ilmuwan, namun bagi sebagian orang gejalanya Berlebihan lambat terjadi.
Organisasi Kesehatan Dunia, WHO menyampaikan masa inkubasi sampai sekitar 14 hari.
Pemerintah Inggris kini telah menambahkan kehilangan daya penciuman atau rasa ke dalam daftar gejala Corona setelah menerima masukan dari para ahli.
Selama beberapa pekan, para dokter spesialis Telinga, Hidung, Tenggorokan di Inggris menyampaikan mereka melaporkan keluhan dari berbagai pasien Corona yang merasa kehilangan daya penciuman dan perasa.
"Mereka kini percaya bahwa mendorong orang-orang yang hilang daya penciuman atau perasa bagi mengisolasi diri akan menambah sedikit kasus dan menolong pengendalian penyebaran virus," ujar juru bicara perdana menteri Inggris.
Bagaimana penyebarannya?
Hak atas foto
EPA
Image caption
Petugas tes usapan atau swab test di Jakarta.
Dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan Diah Handayani menjelaskan bahwa 2019-nCoV adalah virus yang menyerang sistem pernafasan manusia.
Bedanya Berhubungan dengan virus lain, ujar Diah, virus corona ini memiliki virulensi atau kemampuan yang tinggi bagi menyebabkan penyakit yang fatal.
Menurut Diah, virus ini berbahaya jika telah masuk dan merusak fungsi paru-paru, atau dikenal Berhubungan dengan sebutan pneumonia, yaitu infeksi atau peradangan akut di jaringan paru yang disebabkan oleh virus dan berbagai mikroorganisme lain, sepertinya bakteri, parasit, jamur, dan lainnya.
"Pertukaran oksigen tidak mengurangi bisa terjadi sehingga orang mengalami kegagalan pernafasan. Itulah mengapa virus ini berat karena bukan lagi hanya menyebabkan flu atau influensa tapi dia menyebabkan Pneumonia," kata Diah saat dihubungi BBC Indonesia.
Diah melanjutkan proses penyebaran virus ini melalui udara yang terinhalasi atau terhirup lewat hidung dan Berkaitan dengan mulut sehingga masuk dalam saluran pernafasan.
Virus ini masuk melalui saluran nafas atas, lalu ke tenggorokan hingga paru-paru.
"Sebenarnya belum 100 persen. Tapi dilihat dari sekian ratus masalah yang dipelajari, dan sifat dasar virus, maka inkubasi virus ini dua sampai 14 hari. Itu mengapa kita mewaspadai periode dua pekan itu," kata Diah.
Gejala virus corona: Batuk, flu, demam hingga sesak napas
Hak atas foto
EPA
Image caption
Pemeriksaan Corona di Jakarta.
Dokter yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Paru Indonesia itu menjelaskan virus corona 2019-nCoV memiliki gejala yang sama Berhubungan dengan infeksi virus pernafasan lainnya.
Diah mengatakan gejala ringan merupakan flu disertai batuk. Kemudian, jika memberat, akan menyebabkan demam dan infeksi radang tenggorokan.
Image caption
Gejala virus corona
Kemudian jika masuk ke saluran nafas, kata Diah akan menyebabkan bronkitis.
"Yang berat ketika semakin jauh infeksi ke saluran nafas Rongga di bawah rumah, itu Pneumonia lengkap. Selain itu, bisa juga disertai gejala infeksi virus ke organ lain, merupakan diare," katanya.
Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan bahwa selain gejala umum, sepertinya demam, batuk, dan letih, pengidap Covid-19 bisa merasakan:
- kehilangan daya penciuman dan rasa
- ruam pada kulit, atau pudarnya warna kulit pada jari Bertentangan dengan harapan atau kaki
GEJALA dan PENANGANAN: Covid-19: Demam dan batuk Udang kering terus menerus
TIPS TERLINDUNG DARI COVID-19: Dari cuci Bertentangan dengan harapan sampai jaga jarak
PETA dan INFOGRAFIS: Gambaran pasien yang terinfeksi, meninggal dan sembuh di Indonesia dan dunia
VAKSIN: Seberapa Percepatan vaksin Covid-19 tersedia?
IKUTI LAPORAN KHUSUS TERKAIT VIRUS CORONA
Apakah virus corona bisa disembuhkan?
Hak atas foto
Antara Foto/Anindira Kintara
Image caption
Pada MutTerkini Januari lalu, pemerintah mengaktifkan 135 alat pemindai suhu Kehilangan cairan tubuh atau thermo scanner di 135 pintu masuk Indonesia baik melalui darat, laut maupun udara.
Dokter yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Paru Indonesia itu menegaskan bahwa segala virus corona, termasuk virus corona 2019-nCoV belum ada obatnya.
Diah menambahkan, walaupun virus ini memiliki risiko kematian, namun angkanya masih rendah dibandingkan orang yang terjangkit dan kemudian sembuh.
"Tapi bisa (disembuhkan), terbukti yang sakit telah ribuan tapi yang meninggal kan sedikit. Jadi dia tetapi sebuah virus yang bisa disembuhkan," katanya.
Jadi, kata Diah, proses pengobatan yang dikerjakan adalah terapi pendukung dengan cara meningkatkan daya tahan tubuh.
"Boleh obat flu kebiasaan kalau masih ringan, kalau demam diberi obat anti demam," katanya.
Diah menegaskan, beberapa korban meninggal umumnya tidak mengurangi hanya semata disebabkan oleh 2019-nCoV, namun juga dipengaruhi faktor kerentanan sepertinya usia yang sudah tua sehingga daya tahan Kehilangan cairan tubuh lemah dan juga penyakin lain yang telah ada.
Bagaimana penanganannya jika terkena virus corona?
Hak atas foto
EPA
Image caption
Para pasien virus corona dirawat di Rumah Sakit Jinyintan.
Diah menjelaskan prosedur yang dikerjakan terhadap pasien terduga mengidap virus corona adalah Berhubungan dengan menempatkannya dalam ruang isolasi. Tujuannya, katanya, agar penularan ke orang lain menmemperoleh dicegah.
Jika terduga masih menunjukkan gejala awal, kata Diah, maka pasien akan mendapatkan obat demam, batuk dan flu, disertai dukungan makanan yang sehat agar meningkatkan daya tahan Kehilangan cairan tubuh dalam melawan virus tersebut.
Image caption
Proses Rongga di bawah rumah sakit
Jika, gejalanya Kehilangan cairan tubuh dan hasil telah negatif, ujar Diah, pasien kemudian akan dipulangkan. Pemeriksaan pembuktian pun kata Diah menmemperoleh dilakukan dengan cepat.
"Tapi kalau pasien telah pneumonia, dan biasanya demam tinggi maka diinfus karena butuh Kehilangan cairan tubuh banyak, dan diberikan obat lainnya tergantung derajatnya," kata Diah.
"Kemudian, kalau benar-benar sembuh, batuk dan segala gejala hilang, kita pantau, terus kita pulangkan. Tidak beradab perlu khawatir (menular) karena berarti badannya telah sukses melawan virus Berhubungan dengan sendirinya. Jadi tidak menular lagi," ujar Diah.
Cara mencegah: jalani pola Pandangan hidup sehat dan etika batuk
Hak atas foto
Reuters
Image caption
Komisi Pemilihan Umum Kesehatan Kotamadya Wuhan mengatakan sedikitnya 15 petugas medis di Wuhan terinfeksi virus tersebut.
Diah menjelaskan terdapat beberapa cara bagi mencegah tertular virus corona ini.
Pertama adalah Berhubungan dengan menjalani pola hidup yang sehat dengan cara memberikan asupan Hewan pemakan daging yang sehat dan sempurna.
Hak atas foto
WHO
Image caption
Imbauan WHO agar tidak mengurangi resiko terpapar virus corona.
Lalu, katanya, istirahat cukup dan mengimbau perokok bagi berhenti merokok.
"Berada di cuaca sekarang ini (hujan), kita tidak mengurangi perlu terlalu lama di keramaian," katanya.
Kemudian, kata Diah adalah terus cuci tangan usai ke tempat umum atau menyentuh alat-alat publik karena berpotensi mengandung virus yang disentuh oleh pengidap virus corona.
Tidak lupa juga, kata Diah, bagi menggunakan masker saat di ruang publik.
"Lalu bagi yang sakit flu dan batuk, tanamkan ketika batuk. Jadi ketika batuk ditutup dengan tisu. Lalu jangan meludah sembarangan, Pembuangan ke luar negeri dahak sembarangan, juga hindari kerumunan dan lekas periksa ke dokter. Itu tips kita." katanya.
Apakah Indonesia memiliki fasilitas memadai?
Hak atas foto
ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBI
Image caption
Petugas medis saat mengontrol ruangan khusus bagi wabah virus corona di Ruangan Isolasi Infeksi Daerah Khusus Ibukota Kemuning Rumah Sakit Dokter Hasan Sadikin di Bandung, Jawa Barat, Jumat (24/01).
Diah menyampaikan Indonesia memiliki kemampuan dari kapasitas pencegahan dan pengendalian, hingga diagnosis virus dan terapi penanganan.
"Ada tiga RS, merupakan RS Persahabatan, Sulianti Saroso dan RSPAD. Semua memiliki kemampuan bahkan saat pasien mengalami keadaan pneumonia, ada alat-alat. Jadi kapasitas pelayanan kesehatan kita siap," katanya.
Katanya, fasilitas kesehatan telah memadai bagi melakukan terapi pendukung bagi korban terinfeksi virus corona.
"Dari pintu masuk penyaringan Berhubungan dengan thermo scanner, lalu evakuasi jika terindikasi dan isolasi. Jadi fasilitas kesehatan di Indonesia mampu," ujarnya.
Pada Jumat. 20 Maret 2020, pemerintah provinsi Indonesia menyatakan akan menyiagakan lebih banyak Rongga di bawah rumah sakit rujukan, termasuk rumah sakit milik TNI, Rongga di bawah rumah sakit milik Polri, rumah sakit milik BUMN, serta membangun tempat penanganan darurat di Wisma Atlet dan hotel-hotel.
Sosialisasi mengenai virus corona
Hak atas foto
EPA
Image caption
Dua orang mengenakan masker di DKI Jakarta, di tengah kepastian soal dua kasus virus corona.
Beberapa warga di DKI Jakarta dan Bali yang dihubungi BBC pada MutTerkini Januari 2020 mengungkapkan belum mendapatkan sosialisasi resmi dan memadai dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengenai langkah pencegahan dan penanganan jika terjangkit virus corona.
Jakarta dan Bali adalah dua kota Otak besar yang mayoritas dikunjungi oleh warga negara China baik bagi berwisata ataupun berbisnis.
Seorang warga DKI Jakarta yang bernama Fuad mengatakan mengetahui virus corona dari media massa. Ia mengungkapkan belum mendengar sosialisasi dari pemerintah provinsi mengenai langkah pencegahan dan penanganan jika terjangkit virus corona.
"Jadi sementara waktu, saya dan keluarga akan menghindari tempat umum dan keramaian sepertinya mall karena hingga kita belum ada info Belum pasti tentang langkah pencegahan supaya tidak terkena dan jika telah terpapar," kata Fuad saat dihubungi BBC Indonesia, Jumat (24/01).
Senada Berhubungan dengan itu, beberapa warga Bali seperti Kadek dan Wayan Martadana mengungkapkan belum mendapatkan sosialisasi resmi dari pemerintah.
"Belum (ada info dari pemerintah), tidak mengurangi tahu yang lainnya. Saya tahu hanya dari berita," kata Kadek.
Walaupun demikian, mereka tidak mengurangi merasakan kekhwatiran seperti yang dirasakan Fuad.
Wayan menjelaskan saat ini situasi di Bali tetapi berjalan normal, walaupun ada penurunan penyewaan mobil yang dikerjakan oleh turis China di Bali.
"Belum Pak (ada sosialisasi). tidak mengurangi sama sekali (khawatir)," kata Wayan.
Apa yang dikerjakan negara lain?
Amerika Serikat tetapkan keadaan darurat
Di tengah meningkatnya infeksi virus corona, Kepala Negara Amerika Serikat Donald Trump telah menyatakan darurat nasional bagi membantu menangani wabah virus corona yang terus meningkat.
Pengumuman - "dua kata yang sangat besar", menurut Trump - memungkinkan pemerintah provinsi federal untuk menambahkan US$50 miliar, atau sekitar Rp732 triliiun dalam dana bantuan darurat.
Langkah ini melonggarkan peraturan mengenai penyediaan layanan kesehatan dan dapat mempercepat pengujian - langkah yang telah dikritik secara luas karena dianggap terlalu lambat.
Hingga kini ada 1.701 masalah Covid-19 yang dikonfirmasi di AS, dan setidaknya menyebabkan 40 kematian.
"Delapan pekan ke depan sangat penting," kata Trump.

Media playback tidak mengurangi ada di perangkat Anda
Presiden AS Donald Trump menyatakan darurat nasional atas wabah virus corona
Di JumAwang-awang langkah-langkah yang dipertimbangkan sebagai bagian dari tanggap darurat adalah:
- Sekretaris Kesehatan AS Alex Azar dan pejabat kesehatan menmemperoleh mengesampingkan undang-undang dan persyaratan lisensi tertentu, memberikan Berlebihan banyak fleksibilitas kepada penyedia layanan kesehatan
- Rumah sakit diminta bagi mengaktifkan rencana kesiapsiagaan darurat mereka
- Sekitar 500.000 alat tes virus corona tambahan akan tersedia awal pekan depan, meskipun pihak berwenang tidak merekomendasikan tes tanpa kebutuhan yang jelas; laboratorium swasta dan pengembang vaksin akan menmemperoleh memberikan lima juta alat tes virus corona dalam sebulan, meskipun pihak berwenang tidak mengurangi merekomendasikan tes untuk mereka yang tidak memiliki gejala
- Bunga atas segala pinjaman siswa harus dihapuskan sampai pemberitahuan Berlebihan lanjut, sebagai langkah untuk meringankan beban bagi siswa karena universitas dan perguruan tinggi di segala negeri meliburkan aktivitas belajar-mengajar
Pada hari Jumat (13/03), Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengumumkan dia telah mencapai kesepakatan Berhubungan dengan Gedung Putih tentang sebuah paket untuk menolong orang yang terkena dampak wabah.
Ini termasuk cuti sakit yang dibayar Berhubungan dengan periode dua minggu, cuti medis hingga hingga tiga bulan, pengujian virus gratis bagi mereka yang tidak memiliki asuransi dan bantuan makanan.
Beberapa Rekan senegara bagian AS telah mengambil langkah-langkah untuk membendung tingkat infeksi, termasuk melarang meeting besar, acara olahraga dan menutup sekolah.
Di sisi lain, larangan perjalanan Kepala Negara Donald Trump pada 26 negara Eropa telah mulai berlaku di AS, sebagai bagian dari rencana darurat bagi mengatasi krisis virus corona.
Hak atas foto
Reuters
Image caption
Penumpang pesawat di bandara JFK di New York, Amerika Perkumpulan, Jumat (13/03)
Eropa jadi pusat pandemi global
Virus yang awalnya menyebar di China Desember lalu, kini menyerang Eropa, menyebabkan benua itu menjadi "pusat" pandemi global, kata kepala daerah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Jumat (13/03).
Sebab, beberapa Rekan senegara Eropa melaporkan peningkatan tajam dalam jumlah infeksi dan kematian.
Italia telah mencatat korban harian tertinggi - 250 korban jiwa selama 24 jam terakhir, menjadikan totalnya menjadi 1.266 orang.
Sementara, dilaporkan ada 17.660 orang terinfeksi corona di Kompatriot itu.
Sementara itu, Perdana Menteri Pedro Sánchez memperingatkan minggu-minggu ke Futuristis akan sulit bagi negara itu dan ia memperkirakan jumlah infeksi kemungkinan naik menjadi 10.000 pekan depan. Pasien meninggal di Spanyol naik 50% dalam sehari menjadi 120 orang, dan jumlah perkara mencapai 4.200.
Sementara itu, Gubernur DKI jakarta Anies Baswedan menghendaki agar pemerintah daerah menmemperoleh melakukan pendeteksian lebih cepat lagi. Sebab, penyebaran virus ini didapat melalui kontak langsung.
"Bila kita mengetahui siapa terdeteksi membawa virus covid-19 kita bisa segera hubungi, kita bisa langsung hubungi keluarganya, koleganya, tetangganya, dalam PreKata depan aman," kata dia.
"Oleh karena itu kecepatan menjadi utama, dan transparansi menjadi penting."
Artikel ini telah ditampilkan oleh www.bbc.com dengan judul Virus corona: Gejala Covid-19, penyebaran, penanganan, pengobatan dan penyembuhan - BBC News Indonesia.
Silahkan disimpan jika bermanfaat.
powered by Blogger News Poster

No comments:
Post a Comment