Saturday, May 30, 2020

Mengenal 2019-nCoV, Nama Resmi Virus Corona Jenis Baru di China



Mengenal 2019-nCoV, Nama Resmi Virus Corona Jenis Baru di China




Jakarta

-


Pada tanggal 31 Desember 2019 lalu, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO diberitahu mengenai adanya masalah penyakit misterius mirip pneumonia di Kota Wuhan, China. Setelah diperiksa, ternyata virus tersebut tidak mengurangi cocok dengan virus lain sehingga menimbulkan kekhawatiran.


Seminggu kemudian, pihak otoritas kesehatan China mengkonfirmasi adanya virus baru penyebab penyakit tersebut yang dinamakan virus corona atau coronavirus. Virus ini masih satu famili Berhubungan dengan MERS-CoV (Middle East Respiratory Syndrome-Corona Virus) dan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome).


Sementara, virus corona baru ini dinamai 2019-nCoV (novel coronavirus).



Apa itu 2019-nCoV?


Novel coronavirus atau dinamai oleh WHO sebagai 2019-nCoV juga dikenal sebagai flu Wuhan dan pneumonia Wuhan yang merupakan virus korona RNA untai tunggal yang dilaporkan pada tahun 2019.


Mengutip laman resmi WHO, virus corona Belajar sendiri adalah virus yang menyebabkan penyakit mulai dari flu kebiasaan hingga parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Kemudian nCov adalah macam virus korina baru yang sebelumnya belum teridentifikasi pada manusia.



Beda 2019-nCov, MERS-CoV, dan SARS


Saat MERS-CoV atau SARS menulari Kemanusiaan, penyebabnya diperkirakan adalah tetesan pernapasan yang dihasilkan oleh orang yang terinfeksi sepertinya saat batuk atau bersin, mirip dengan bagaimana influenza menyebar.


Penyebaran SARS dan MERS-CoV umumnya terjadi di JumAwang-awang orang-orang yang memiliki kontak langsung. Wabah MERS dan SARS di masa lalu sangat kompleks Berhubungan dengan tingkat fatalitas tinggi.


Baik MERS dan SARS telah diketahui menyebabkan penyakit parah pada manusia. Situasi yang berhubungan Berhubungan dengan 2019-nCoV masih belum jelas. Meski telah mengakibatkan sejumlah kematian, beberapa pasien juga hanya mengidap gejala ringan dan dipulangkan.



Bagaimana gejalanya?


Umummya, gejala 2019-nCoV meliputi demam, batuk, sesak napas, dan kesulitan bernafas. Pada perkara yang lebih parah, infeksi dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, dan gagal ginjal.



Adakah vaksin buat 2019-nCoV?


Karena penyebaran dan penyakitnya masih terbilang baru, sampai saat ini belum ada satu vaksin yang dikembangkan. Butuh dua tahun lagi untuk mengembangkan vaksin baru.



Cara pengobatannya


Karena masih belum ada vaksin dan obat, yang ditangani jika tertular virus nCoV adalah mengobati gejalanya. Tentatif ada pengobatan khusus untuk penyakit yang disebabkan oleh virus corona baru dan perawatan didasarkan pada keadaan klinis pasien.



Mencegah penularan 2019-nCoV


Agar terhindar dari pajanan virus, WHO merekomendasikan buat mengurangi paparan dengan menjaga kebersihan tangan; dihalangi hidung dan mulut ketika bersin dan batuk; hindari kotak Herbi siapapun yang menunjukkan gejala seperti demam dan sesak napas; hindari kontak lanngsung Herbi hewan hidup dan tidak bersentuhan dengan hewan, serta menambah memakan makanan dan daging mentah.



Simak Video "Mengenal 'Remdesivir' yang Digadang Jadi Antivirus Covid-19 2019-nCoV"


[Gambas:Video 20detik]


(kna/up)







Artikel ini telah ditampilkan oleh health.detik.com dengan judul Mengenal 2019-nCoV, Nama Resmi Virus Corona Jenis Baru di China.

Silahkan share jika bermanfaat.


powered by Blogger News Poster

No comments:

Post a Comment